Tuesday

No:96 - Mukjizat - Istri Abu L-ahab tidak bolih melihat Rasulullahﷺ.

 


Isteri Abu Lahab tidak bolih melihat Rasulullah Padahal Beliau Sedang Duduk di hadapan-nya.

Asma' binti Abi bakar  رضي الله عنه berkata ketika turun firman:

تَبَّتْ يَدَآ أَبِى لَهَبٍۢ وَتَبَّ ١

مَآ أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُۥ وَمَا كَسَبَ ٢

سَيَصْلَىٰ نَارًۭا ذَاتَ لَهَبٍۢ ٣

وَٱمْرَأَتُهُۥ حَمَّالَةَ ٱلْحَطَبِ ٤

فِى جِيدِهَا حَبْلٌۭ مِّن مَّسَدٍۭ ٥

"Binasalah kedua tangan abu Lahab dan, sesungguhnya dia akan binasa. Tidaklah bermanfaat harta, benda dan apa yang ia usahakan. Kelak dia akan masuk ke-dalam api yang bergejolak. Dan (begitu pula) isteri, pembawa kayu bakar yang di lehernya ada tali dari sabut"

 (Qs. Al-Lahab 111: (1-5) )

Datanglah Al Aura' Ummu Jamil, lalu berkata, "Wahai orang yang mencela bapak kami, agamanya melecehkan kami dan ajarannya memusuhi kami. "

Saat itu Rasulullah duduk ditemani oleh Abu Bakar رضي الله عنه yang duduk di sisinya, maka Abu Bakar رضي الله عنه berkata, *Si perempuan ini datang kemari, dan aku khawatir ia melihat baginda."

Maka  Rasulullah bersabda, "Ia trdak akan biar melihatku.' Beliau pun melantunkan sebuah ayat Al Qur'an sebagai perlindungant


وَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ حِجَابًۭا مَّسْتُورًۭا ٤٥

"Dan apabila kamu membaca Al Qur'an niscaya kami adakan antan kamu dengan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup." 

                                                           (Al Isra.17 ,(45)) 

Perempuan tersebut pun datang dan berdiri bengis di hadapan Abu Bakar رضي الله عنه namun ia tidak melihat  Rasulullah, lalu ia berkata: 

"Wahai Abu Bakarرضي الله عنه , aku mendengar bahwa temanmu telah mengejekku."

Maka Abu Bakar رضي الله عنه berkata: 

"Demi Tuhan Pemilik Ka'bah, ia tidak mengejekmu."

Maka ia pun pergi sambil berkata: 

"Tahulah orang Quraish  bahawa  aku adalah puteri pemuka mereka."





19 Hadits ini dirir,uayatkan oleh Abu Ya'ta, dan tidak dikomentari oleh hnu

Katsir (3/43).













No.95 - Mukjizat Tandan Kurma Turun dan Berjalan Menuju Rasulullahﷺ

Diriwayatkan dari ibnu Abbas رضي الله عنه ia berkata: Ada seorang laki lalu mendatangi kepada  Rasulullah lalu berkata, "Apakah yang dikatakan oleh para sahabatnya ini?"

ibnu Abbas berkata: lalu beliau memanggil sebuah tandan, dan ia pun datang menerjang bumi lalu berdiri dihadapan  Rasulullah bersujud dan mengangkat kepalanya, kemudian  Rasulullah memerintahkan kepadanya agar kembali ke tempat asalnla, lalu ia pun kembali.

Al Amiri berkata, "Wahai keluarga Amir bin Sha'sha'ah, demi Allah aku tidak akan pemah mendustakan-nya selama-lamanya."

Dalam riwayat lain ia berkata: Ada seorang badawi datang kepada  Rasulullah lalu berkata, "Bagaimana aku mengetahui bahwa engkau adalah utusan Allah?"

 Rasulullah bersabda , " bagaimana apibila aku panggil tandan kurma  itu dari pohon kurma, apakah engkau mau percaya  bahawa aku utusan Allah?'

Ia menjawab, 'lya."

Al Amiri رضي الله عنه berkata, "Wahai keluarga Amir bin Sha'sha'ahرضي الله عنه , demi  Allahﷻ aku tidak akan pernah mendustakan nya selama lamanya."  datang  kepada  Rasulullahﷺ  lalu berkata; 

Rasulullah bersabda;  " bagaimana apabila aku panggil tandan ini dan pohon kurma, apakah engkau mau percaya bahwa aku utusan  Allahﷻ ?'

Ia menjawab, 'lya."

Setelah itu beliau memanggil sebuah tandan, lalu tandan tersebut furun dari pohon kurma dan berjalan menerjang bumi hingga berdiri di hadapan Rasulullah, kemudian Rasulullah bersabda; 

"Kembalilah!' lalu tandan kurma tersebut pun kembali ke tempat asalnya. Maka ia berkata,

 "Aku bersaksi dan beriman bahwa engkau adalah Rasulullah."


22 Hadits in shahih.

Hadits ini diriwartkan oleh Al Baihaqi dal361. Dala'il An-Nubuowah (6/171.

23 Hadits in shahih.

Hadits ini diriwafiatkan oleh Al Baihaqi dEilam Dak'il An-Nuhrutnh 16/15l

dan Al Hakim dalan Al Mtsdnkl2/6201.

Al Hakim berkomentar, "Hadits im shahih sesr.rai qprat Mtrslim, namun Al

Bukhari dan Muslim tidak merir.mptkannya."





Allahﷻ

 Rasulullah

Rasulullah

 Allahﷻ

 Rasulullah

Rasulullah

رضي الله عنه

  سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى‎ 

رضياللهعنه   Allahﷻ

 Rasulullah

Rasulullah

 Allahﷻ

 Rasulullah

Rasulullah

رضي الله عنه

  سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى‎ 

رضياللهعنه


Monday

No.94 - Mukjizat Hujan Turun dan Reda dengan Doa Rasulullahﷺ



Hujan Turun dan Reda dengan Doa  Rasulullahﷺ.

Diantara mukjizat Rasulullahﷺ adalah hujan turun dan reda berkat doa beliau gang mustajab. Yaitu ketika orang-orang mengalami kekeringan, kemudian beliau berdoa meminta hujan, maka hujan pun langsung turun saat beliau masih berdiri di atas mimbar.

Anas bin Malikرضي الله عنه berkata: Seseorang masuk ke masjid pada hari Jumaat dan Rasulullahﷺ sedang berdiri menyampaikan khutbah. Lelaki itu berdiri di hadapan Rasulullahﷺ dan berkata: 

'Wahai Rasulullahﷺ, ternakan sedang mati dan jalan-jalan terputus; sila berdoa kepada Allahﷻ untuk hujan.' Maka Rasulullah ﷺ mengangkat kedua tangannya dan berkata:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا، اللَّهُمَّ أَغِثْنَا

Allahuma Agisna.

Allahuma Agisna.

Allahuma Agisna.

Ya Allah! Berkatilah kami dengan hujan.

Ya Allah! Berkatilah kami dengan hujan.

Ya Allah! Berkatilah kami dengan hujan.

Anas bin Malikرضي الله عنه menambah:  

"Demi Allahﷻ, tidak ada awan di langit. Kemudian awan besar seperti perisai muncul dari belakangnya (iaitu Gunung Silas) dan apabila ia datang di tengah-tengah langit, ia menyebar dan kemudian hujan. Demi Allah! Kami tidak dapat melihat matahari selama seminggu.

'Ya Allah' turunkanlah huian atas kami, ya'Allah

hujan atas kami, tn Allah turunkanlah hujan atas

kami'.

Anas berkata, 'Demi Allah, kami tidak melihat ada awan

sedikit pun di langit sebelumnya, tiba tiba muncul dpri balik gunung

segumpal awan tebal. Setelah awa!, tersebu| berada di tengahtengah

langit maka ia pun terpencar lalu turun hujan.

Anas berkata, "Demi Allah, selama 6 hari kami tidak

melihat matahari. Kemudian pada hari Jum'at berikutnya, laki-laki

tersebut kembali masuk masjid dari arah pinfu mimbar, saat

Rasulullah $ sedang menyampaikan khutbah Jum'at, lalu ia

menghadap kepada beliau dan berkata, 'Wahai Rasulullah, harta

benda musnah dan semua jalan terpufus, maka sudilah kitanSn

engkau memohon kepada Allah agar hujan dihentikan'!"

Anas berkata, "Maka Rasulullah $ pun mengangkat

tangannya kemudian berdoa,

tfll

'Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami dan jangan

jadikan musibah atas kami. Ya Allah, turunkanlah hujan di abs

dataran tinggt, pegunungan, lembah, dan tempat fumbuhann5n

pepohonan'."

Anas berkata, "Maka hujan pun reda, dan kami keluar dari

masjid dibawah terik matahari."16

| ,4L t) t:1? 4r

.1Ar *,.vj'qrbt, JVA!

'"dt

;"

16 Hadits

Sahih Bukhari, Buku 17, 127




No.92 - Mukjizat Musuh Mengepung Rasulullah / Tidak Bolih Melihat Beliau Ketika Lalu di Hadapan Mereka


Setelah mengetahui bahwa orang-orang kafir Quraisy telah mengepung rumah Rasulullah dan mengintai dengan sungguh dari Iubang pintu untuk membunuh Rasulullah, maka Rasulullahmemerintahkan kepada Saiyidina Ali bin Abi Thalib رضي الله عنه untuk tidur di atas ranjang beliau pada malam hijrah, sementara Rasulullah keluar dengan mengambil segenggam debu lalu menaburkannya ke atas kepala mereka sambil membaca:

وَجَعَلْنَا مِنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ سَدًّۭا وَمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّۭا فَأَغْشَيْنَـٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ ٩

"Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat" 

(Qs. Yaasin [10]: 9)

Sehingga tidak seorang pun dari mereka yang bolih melihat Rasulullah ketika keluar melewati mereka. Beliau berjalan menuju rumah Saiyidina Abu Bakar Ibn As Sidiqueرضي الله عنه lalu keduanya pergi pada malam itu. lalu datanglah seseorang dan melihat orang orang sedang mengepung rumah beliau, maka ia berkata: 

"Apakah yang kalian tunggu?" Mereka menjawab, 'Kami menunggu Muhammad." Ia berkata, "Sial kalian, sungguh ia telah keluar melewati kalian dan menaburkan debu ke atas kalian."

Mereka menjawab, "sungguh kami tidak melihat." Mereka pun lalu membersihkan debu dari atas kepala mereka, yaitu Abu Jahal, Al Hakam bin Al Ash, Uqbah bin Abi Mu'ith, An-Nadhar bin Al Harits, Umayyah bin Khalaf, Zam'ah binAl Aswad, Thu'aimah bin Adi, Abu Lahab, Ubai bin Khalaf, Nabih bin Al Hajjaj, dan Munabbih bin Al Hajjaj.


Orang-orang kafir Quraisy berusaha ingin membunuh Rasulullah. Pada suatu hari mereka bermesyuarat untuk membincangkan bagaimana cara untuk membunuh Rasulullah SAW, yang selama ini usaha mereka itu hanya menemui kegagalan. Di dalam mesyuarat itu ada yang mencadangkan agar Rasulullah SAW dibuang dari Kota Makkah. Sebahagian yang hadir setuju dengan cadangan tersebut.
Ketika itu masuk iblis yang menyamar sebagai orang tua sambil berkata “Jika kamu mengusirnya, sudah tentu ia akan diterima oleh bangsa lain. Lama-kelamaan pengikutnya akan bertambah ramai dan akan menghancurkan kamu. Bagaimana jika kita bunuh saja Muhammad itu.” Abu Jahal menyambut cabaran itu dengan senang hati. Bahkan ia mencadangkan agar diatur strategi yang baik. Ia menyuruh mengambil tiap satu suku beberapa orang yang kuat dan pandai dalam membunuh. Kemudian dari berbagai suku itu dihimpun menjadi satu kekuatan yang akan menghancurkan Nabi Muhammad SAW. Jika Nabi Muhammad keluar dari rumah, mereka harus membunuh secara bersama-sama. Dengan cara ini keluarga Bani Hasyim akan sukar untuk menghadapi semua suku di Tanah Makkah itu.
Cadangan Abu Jahal tersebut dipersetujui oleh peserta mesyuarat. Pada malam berikutnya mereka bercadang untuk mengepung rumah Nabi Muhammad. Sebelumnya Rasulullah SAW telah berpesan kepada Abu Bakar bahawa malam tersebut akan berlaku hijrah. Para pemuda-pemuda kafir Quraisy semuanya telah mengepung rumah baginda. Mereka tidak mahu memasuki rumah baginda tersebut, kerana mereka hanya mendapat perintah supaya menunggu di luar sahaja. Sebelum Rasulullah SAW mengadakan perjalanan, baginda menyuruh Ali Bin Abi Thalib tidur di atas tempat tidur baginda. Rasulullah SAW telah mengetahui dan sedar bahawa rumah baginda telah dikepung oleh pemuda-pemuda kafir Quraisy.
Mereka semua berhasrat ingin membunuh dan memotong-motong tubuh baginda seperti yang dikatakan oleh Abu Jahal dalam mesyuarat di gedung Darun Nadwah. Baginda menghadapi cubaan ini dengan hati yang terbuka dan keimanan yang teguh. Baginda yakin bahawa Allah sentiasa bersama dengan orang-orang yang benar. Tiada rasa takut walaupun sedikat dalam hati baginda. Baginda membuka pintu rumah dan keluar dengan tenang, baginda melihat seluruh pemuda yang ada di luar semuanya telah tertidur lena
Di keheningan malam itu, baginda selamat sampai ke rumah Abu Bakar untuk mengadakan penghijrahan keluar dari kota Makkah. Abu Bakar sangat senang hati dan bahagia melihat Rasulullah dalam keadaan aman dan damai. Telah lama menjadi impian Abu Bakar agar dapat meninggalkan kota Makkah dan menuju ke tempat yang lebih baik. Rasulullah dan Abu Bakar merencanakan untuk berhijrah pada malam itu. Abu Bakar mengira bahawa hijrah pada malam itu akan terus menuju kota Madinah sebagaimana perintah agar berhijrah sebelumnya. Namun setelah Rasulullah dan Abu Bakar sampai di perkampungan Kuda’i, Nabi Muhammad SAW mengubah rencananya tersebut dan akhirnya mereka mendaki gunung Tsur. Di atas gunung itulah terdapat gua yang diberi nama Gua Tsur.
Doa tersebut adalah dari surah yasin ayat 9
"Dan Kami jadikan (sifat tamak dan gila mereka kepada harta benda dan pangkat itu sebagai) sekatan (yang menghalang mereka daripada memandang kepada keburukan dan kesingkatan masa dunia yang ada) di hadapan mereka, dan sekatan (yang menghalang mereka daripada memikirkan azab yang ada) di belakang mereka (pada hari kiamat). lalu Kami tutup pandangan mereka; maka dengan itu, mereka tidak dapat melihat (jalan yang benar)."
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 9)

Sunday

No 93 - Se- Pohon Pokok Berjalan Lalu Kembali ke Tempat Asalnya


Se- Pohon Pokok Berjalan Lalu Kembali ke Tempat  Asalnya.

Sepohon Pokok Berjalan Lalu Kembali ke Tempat Asalnya. Diantara mukjizat RasulullahDiantara mukjizat Rasulullah yang berhubungan dengan tanam-tanaman adalah sepohon pokok  tunduk kepada beliau. Peristiwa ini seperti yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik رضي الله عنه berkata:

Suatu ketika Jibril as datang kepada Rasulullah setelah melihat beliau duduk bersedih dengan keadaan darah mengalir kerana dipukul oleh orang kafir Quraisy.

Anas bin Malik رضي الله berkata: Lalu Jibril as berkata, "Ada apa denganmu?"

Rasulullah menjawab , " Mereka telah memperlakukanku demikian dan demikian.' Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: lalu Jibril as berkata, "Maukah engkau aku tanda kebenaranmu?" '

Rasulullah menjawab , "  mau. " Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: Ialu Jibril melihat ke sebuah pohon yang ada di balik lembah, dan berkata kepada beliau, "Pangillah pohon itu." lalu Rasulullah pun memanggil pokok itu.

Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: Maka pohon tersebut pun berialan dan berdiri di hadapan beliau. lalu Jibril berkata, "Suruh ia agar kembali ke tempat asalnya."Lalu Rasulullah menyuruhnya kembali, maka ia pun kembali ke tempat asalnya. Kemudian Rasulullah berkata;

"Kini cukuplah bagiku. "Dua Pohon Saling berdempekan Kemudian Kembali ke Tempat Asalnya Masing-Masing diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah رضي الله عنه ia berkata: 

"Suatu ketika kami dalam perjalanan bersama Rasulullah kemudian beliau singgah di sebuah lembah yang gersang, lalu beliau pergi untuk qada hajat. Setelah itu aku mengikuti beliau dengan membawa sebuah bekasr berisi air, lalu beliau melihat-lihat dan tidak menemukan sesuatu yang dapat digunakan untuk menjadi pelindung. Tiba-tiba terlihat ada dua batang pohon rimbun di tepi lembah, lalu beliau pergi ke salah satunya, lantas memegang salah satu dahannya, dan bersabda, "Merunduklah engkau dengan izin Allah " .

Maka pohon tersebut pun merunduk melindungi Rasulullah seperti seekor unta yang menunduk kepada pengendaranya. Itu salah satu mukjizat Rasulullahﷺ .





2/ Hadis ini sahih;

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahmad dalan Al Musmd (3/113) dan lbnu

Majah dalam,4s-Sunan (no. 40281 - Al Haitsami dalam Mafim' Az-htn.iy' berltomentar, "Sanad hadits  shahih, meskipun Abu Sutnn yang berrnrna Thalhah bin Nafi' menyirnak hadis dari Jabir." ibnu Katsir (Al Bidayah, berkomentar, "Sanad hadits ini sesuai Muslim."

 

 

No; 91 Mukjizat -Pohon Berjalan Membelah Tanah dan Bersyahadat di Hadapan Rasulullah ﷺ.

 

Sebatang Pohon Berjalan Membelah Tanah dan Bersyahadat di Hadapan 

Rasulullah Diriwayatkan dari lbnu Umar -رضياللهعنه, ia berkata: Strahr ketika kami bersama Rasulullah dalam sebuah perialanan, lalu datanglah seorang badui. Ketika ia telah mendekat maka Rasulullah bertanya kepadanya, "Kemanakah engkau hendak pergi?'

Pria Badawi itu menjawab, 'Pulang ke rumah." 

Rasulullah bersama, "sudikah engkau mangerjakan suatu kebajikan?"

Pria Badawi itu bertanya, "Apakah ifu?"

Rasulullah  bersama, "Yaitu engkau bersaksi bahawa tidak ada tuhan selain Allahﷻ dan tidak ada sekutu bagi- Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Pria Badawi itu berkata, "Bolehkah engkau menunjukkan bukti atas kebenaran ucapanmu?'

Rasulullahﷺ bersama, "satu pohon ini." Kemudian Rasulullah memanggil se- pohon yang ada di pinggir lembah, lalu pohon itu datang melintasi bumi dan berdiri di hadapan beliau. Setelah itu Rasulullah meminta kepadanya agar bersyahadat tiga kali, lalu ia pun bersyahadat membenarkan kenabian beliau. Kemudian pohon tersebut kembali ke tempat asalnya. Orang Badawi tersebut pun kembali ke kaumnya dan berkata, "Jika mereka mengikutiku maka semua akan aku bawa menghadap, dan apabila tidak maka aku akan kembali kepadamu dan ikut bersamamu."



2s Hadits iru hasn-

Hadis ini diriwayatkan oleh Al Baihaqi dahm Dala'il An-Nubuwwah. Hadits

kedua menguatkan hadits pertama tadi.


Saturday

No.89 - Mukjizat /Doa Rasulullah ﷺ untuk kuda Abi Talhah




Doa Rasulullah ﷺ untuk kuda Abi Talhah

Imam Al-Baihaqi meriwayatkan bahawa Anas ibn Malik (R.A.) berkata: Orang ramai terkejut ketika Rasulullah ﷺ menaiki Abu Thalhah, ia adalah seekor kuda yang sangat lemah dan lambat. Rasulullah ﷺ mula menaikinya, tetapi ia hampir tidak dapat bergerak. Para sahabat menunggang perlahan di belakangnya.


Rasulullah ﷺ kemudian berdoa untuknya dan sejak hari itu dan seterusnya, ia tidak pernah didahului oleh yang lain.

Rasulullah ﷺ’s


حَدَّثَنَا آدَمُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا، يَقُولُ كَانَ فَزَعٌ بِالْمَدِينَةِ فَاسْتَعَارَ النَّبِيُّ ﷺ فَرَسًا مِنْ أَبِي طَلْحَةَ يُقَالُ لَهُ الْمَنْدُوبُ، فَرَكِبَ فَلَمَّا رَجَعَ قَالَ ‏ "‏ مَا رَأَيْنَا مِنْ شَىْءٍ، وَإِنْ وَجَدْنَاهُ لَبَحْرً


Kuda Cepat Rasulullah ﷺ.

RINGKASAN: Rasulullahﷺ meminjam seekor kuda daripada Abu Thalhah dan menaikinya untuk memeriksa penduduk Madinah yang ketakutan. Dia mendapati tiada apa yang perlu ditakuti tetapi menyatakan bahawa kuda itu sangat laju.

Diriwayatkan daripada Anas: Suatu ketika penduduk Madinah ketakutan, maka Rasulullah ﷺ meminjam seekor kuda daripada Abu Thalhah yang bernama Al-Mandub, dan menungganginya. Apabila dia kembali dia berkata, "Kami tidak melihat apa-apa (untuk ditakutkan), tetapi kuda itu sangat cepat (mempunyai tenaga yang tidak habis-habisnya seperti air laut).

Percayalah pada masa yang sukar; Berpalinglah kepada Allah dengan ikhlas & merendah diri; Menghargai kepantasan & tenaga.

PENJELASAN:
Hadis ini menceritakan tentang masa ketika penduduk Madinah ketakutan dan oleh itu, Rasulullahﷺ meminjam seekor kuda daripada Abu Talhah bernama Al-Mandub. Dia menaikinya untuk memeriksa mereka dan mendapati tiada apa yang perlu ditakuti. Bagaimanapun, dia menyatakan bahawa kuda itu sangat laju dengan tenaga yang tidak habis-habis seperti air di laut. Hadis ini mengajar kita bahawa kita tidak perlu takut dengan apa yang tidak dapat kita lihat atau kawal, sebaliknya percaya kepada perlindungan dan bimbingan Allah. Ia juga menunjukkan kepada kita betapa pentingnya kita beriman kepada Allah walaupun dalam masa kesukaran atau kesusahan. Kita harus ingat bahawa walau apa pun yang berlaku, Allah akan sentiasa ada untuk kita jika kita berpaling kepadaNya dengan ikhlas dan rendah diri. ditunjukkan pada Kuda Yang Diberkati
Bukhari dan imam hadis lain melaporkan perkara berikut:
Dikhabarkan pada suatu malam bahawa musuh sedang menyerang di luar Madinah. Penunggang kuda yang berani keluar untuk menyiasat. Dalam perjalanan, mereka melihat seseorang datang. Mereka melihat dan melihat bahawa itu adalah Rasulullahﷺyang mulia (sawas). Dia menetap penduduk dengan memberitahu mereka, "tidak ada yang perlu ditakuti." Dia telah menaiki kuda Abu Talhah yang terkenal, kerana keberaniannya yang suci mendorongnya, dan telah pergi sebelum orang lain untuk menyiasat; kemudian, dia kembali. Dia memberitahu Abu Thalhah: "Kudamu sangat laju dan tidak goyah." Walau bagaimanapun, sebelum ini ia sangat perlahan. Selepas malam itu, tiada kuda yang mengejarnya. (10)

Dikisahkan dalam riwayat yang sahih bahawa semasa dalam perjalanan, pada waktu solat, Rasulullahﷺ menyuruh kudanya berhenti. Ia berhenti, dan sehingga dia selesai berdoa, kuda itu tidak bergerak sama sekali. (11)


  Rasulullahﷺ

Allah

صلى الله عليه وعلى آله وصحبه

رضي الله عنه 

No 119: Salam ((salam) oleh Pohon dan Batu:

Salam ((salam) oleh Pohon dan Batu: Sayyidina Ali bin Abu Talib ( رضي الله عنه ) melaporkan: "Saya datang bersama Nabi ( صلى الله عليه...