Showing posts with label #mukjizat. Show all posts
Showing posts with label #mukjizat. Show all posts

Tuesday

No: 112 - Mukjizat - Tidak akan Terjadi Kiamat hingga Binatang Buas Berbicara kepada Manusia

 

[Gambar Illustrasi Cuma]


Tidak akan Terjadi Kiamat hingga Binatang Buas Berbicara kepada Manusia

SUATU ketika Seorang Yahudi menggembalakan dombanya di  sebuah lembah di Makkah. Tanpa sepengetahuannya, muncul seekor serigala memangsa dombanya. Serigala itu berlari menyeret mangsanya. Si Yahudi yang mengetahui bahwa dombanya sedang di seret oleh srigala langsung berusaha berlari mengejar srigala itu. Si Yahudi tidak mau kehilangan domba peliharaannya itu.

Saat berhasil mengejar serigala itu, ia berusaha merebut kembali dombanya. Namun, ia terkejut saat mendengar serigala itu berkata, “Apakah kau tidak takut kepada Allah? Kau mengambil domba yang telah dianugerahkan Allah kepadaku sebagai rezekiku.”

Si Yahudi yang masih terkesima berkata, “Sungguh ajaib! Seekor serigala bisa berbicara layaknya manusia!” Serigala ini melanjutkan, “Demi Allah, ada yang lebih ajaib dari ini!”

“Apa itu?” tanya si Yahudi penasaran.

“Rasulullah telah mengabarkan kepada semua orang berbagai kejadian yang telah lampau dan yang akan datang.”

Akhirnya, si Yahudi membiarkan serigala itu memakan dombanya, lalu ia menggiring ternaknya menuju Madinah dan bermaksud menemui Rasulullah ﷺ.

Saat itu, waktu shalat telah tiba dan beliau sedang menunaikan shalat berjamaah dengan para sahabat. Usai shalat, Rasulullah ﷺ. bertanya, “Mana orangnya, si gembala tadi?”

Si Yahudi berdiri, “Akulah si penggembala itu.”Maka, si Yahudi menceritakan kejadian yang dialaminya bersama serigala tadi sampai selesai. Rasulullah ﷺ. berkata, “Serigala itu berkata benar. Demi Dia yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, tidak akan terjadi Kiamat hingga binatang buas berbicara kepada manusia. Salah seorang dari kalian pergi dari rumahnya, lalu sandalnya atau cemetinya atau tongkatnya mengabarkan apa yang terjadi setelah kepergiannya.”

Akhirnya, si Yahudi penggembala domba itu mengucapkan syahadat.

Dalam riwayat lain, dari Umar r.a., diceritakan bahwa Rasulullah ﷺ menghadiri suatu acara di rumah seorang sahabat. Tiba-tiba datang seorang laki-laki Bani Sulaim membawa seekor biawak. la letakkan hewan itu di hadapan Rasulullah seraya berkata, “Aku tidak akan beriman kepadamu sampai biawak ini beriman kepadamu.”

Rasulullah ﷺ. memangil biawak itu, “Hai biawak!” Biawak itu menjawab panggilan Rasulullah dengan ucapan yang lemah lembut, tetapi semua orang mendengarnya, “Aku memenuhi panggilanmu, semoga engkau berbahagia wahai penghias orang yang percaya Hari Kiamat.”

“Siapa yang kamu sembah?” tanya Rasulullah.

“Aku menyembah Dia Yang Arasy-Nya ada di langit, kekuasaan-Nya berada di bumi, jalan-Nya berada di lautan, kasih sayang-Nya berada di surga, dan siksa-Nya berada di neraka.”

“Katakan, siapakah aku?”

“Engkau adalah utusan Tuhan semesta alam, penutup para nabi. Beruntunglah orang yang membenarkan dan percaya kepadamu dan merugilah orang yang mendustakanmu.” Akhirnya, orang Badui itu pun menyatakan masuk islam.



Rujukan:

s Hadits tun shahih. Hadits ini diriwayatkan oleh Ahrnad (3/$-8al; At-Tirmidzi (pembahasan, Fitnah, 4/4761; dan Al Baihaqi dalam Dala 'il An-Nubuornnh (6/421. Al Baihaqi berkomentar, "Sanad Hadits ir:d- shahih."

No: 111 - Mukjizat - Abu Jahal Mundur dari Sisi Rasulullahﷺ dengan Penuh Rasa Takut

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

[Gambar Ilustrasi Cuma]

Abu Jahal Mundur dari Sisi Rasulullah dengan Penuh Rasa Takut

Adalah Abu Jahal bertekad untuk menginjak tengkuk Rasulullah ketika sedang melakukan shalat. Namun ketika ia mendekat tiba-tiba ia mundur kembali dengan penuh rasa takut, kerana melihat seakan ada jurang api yang menghalanginya dari Rasulullah.

Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: Abu Jahal pemah berkata kepada orang-orang kafir Quraisy, "Adakah kalian biarkan Muhammad sujud kepada Tuhan nya di hadapan kalian?"

Mereka menjawab, "Iya." Abu Jahal berkata, "Demi Lata dan L)zza, apabila aku melihatnya sedang shalat maka akan aku injak tengkuknya dan aku sungkurkan wajahnya ke tanah-" 

Tidak lama kemudian lalu datanglah Rasulullah  untuk melakukan shalat. Abu Jahal pun mendekat kepada beliau ingin menginjak tengkuknya.

Namun tiba-tiba saja ia mundur ke belakang dengan penuh rasa takut sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Maka ia pun ditanya; 

"Ada apa denganmu wahai Abu Jahal?"

Abu Jahal menjawab: "Ada sebuah jurang api yang sangat dalam antara diriku dengannya."

Maka Rasulullah bersabda', " Jika ia mendekat sedikit  lagi kepadaku niscaya malaikat akan menyambar bahagian demi  bahagian dari batang tubuhnya."

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩ ١٩

Atas peristiwa ini, maka turunlah firman  Allahﷻ"Ingatlah! Janganlah engkau (wahai Muhammad) menurut kehendaknya, dan (sebaliknya) sujudlah dan dampingkanlah dirimu kepada Allah (dengan taat dan beramal soleh)!

— Abdullah Muhammad Basmeih

[Quran Al Alaq - 19]



Peristiwa turunnya ayat-ayat Al Alaq [6-19]

كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَيَطْغَىٰٓ ٦

أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ ٧

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ ٨

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ ٩

عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ ١٠

أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلْهُدَىٰٓ ١١


أَوْ أَمَرَ بِٱلتَّقْوَىٰٓ ١٢

أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ ١٣

أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ ١٤

كَلَّنَاصِيَةٍۢ كَـٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍۢ ١٦ا ١٥

نَاصِيَةٍۢ كَـٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍۢ ١٦

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُۥ ١٧

سَنَدْعُ ٱلزَّبَانِيَةَ ١٨

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩ ١٩

Ingatlah! Sesungguhnya jenis manusia tetap melampaui batas (yang sepatutnya atau yang sewajibnya),- 6 Dengan sebab ia melihat dirinya sudah cukup apa yang dihajatinya.-7(Ingatlah) sesungguhnya kepada Tuhanmu lah tempat kembali (untuk menerima balasan). -8Adakah engkau nampak (baiknya) orang yang melarang (dan menghalang) -9.Seorang hamba Allah apabila ia mengerjakan sembahyang? -10  Adakah engkau nampak (buruknya) jika ia berada di atas jalan yang betul? -11  Atau ia menyuruh orang bertaqwa (jangan melakukan syirik)? -12 Adakah engkau nampak (terlepasnya dari azab) jika ia mendustakan (apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad kepadanya) serta ia berpaling ingkar? -13 Tidakkah ia mengetahui bahawa sesungguhnya Allah melihat (segala amal perbuatannya dan membalasnya)?-14 Jangan sekali-kali berlaku derhaka! Demi sesungguhnya jika ia tidak berhenti (dari perbuatannya yang buruk itu), nescaya Kami akan menyentap ubun-ubunnya (dan menyeretnya ke dalam neraka), -15 Ubun-ubun (orang) yang berdusta, yang bersalah.-16Kemudian biarlah ia memanggil kumpulannya (untuk menyelamatkannya), -17Kami pula akan memanggil malaikat Zabaniyah (untuk menyiksanya)!-18Ingatlah! Janganlah engkau (wahai Muhammad) menurut kehendaknya, dan (sebaliknya) sujudlah dan dampingkanlah dirimu kepada Allah (dengan taat dan beramal soleh)! -19

[Al Quran / Surah Al Alaq -Ayat 6-9]


Bahagian kedua Surah ini diturunkan ketika Rasulullah mula menunaikan Solat mengikut cara Islam di Kaabah dan Abu Jahal mengancam dan cuba menghalangnya daripada ini. Kebetulan selepas pelantikannya menjadi kenabian dan bahkan sebelum dia boleh memulakan dakwah Islam secara terang-terangan, dia mula menunaikan Solat di kawasan Kaabah mengikut cara yang Allahﷻ ajarkan kepadanya; daripada ini, orang Quraisy merasakan buat pertama kalinya bahawa dia telah menerima agama baru. Orang-orang lain melihat dengan rasa ingin tahu, tetapi Abu Jahal dalam kesombongan dan kesombongannya mengancam Rasulullah dan melarangnya untuk beribadah dengan cara itu di Ka'bah. Sebilangan hadits telah diriwayatkan daripada Saiyidina  Abdullah ibn Abbasرضي الله عنه dan Saiyidina  Abu Hurairaرضي الله عنه, yang menyebut tentang kebodohan Abu Jahal.

Saiyidina  Abu Hurairaرضي الله عنهberkata bahawa Abu Jahal bertanya kepada orang-orang Quraisy: "Adakah Muhammad (yang dilimpahi rahmat Allah dan rahmat Allah) telah meletakkan mukanya di hadapan kamu?" Tatkala mereka menjawab mengiyakan, dia berkata: "Demi Lat dan Uzza, jika aku menangkapnya dalam ibadah itu, aku akan meletakkan kakiku di lehernya dan menggosok mukanya dengan debu."

Kemudian kebetulan dia melihat Rasulullah dalam postur itu dan datang ke hadapan untuk meletakkan kakinya di lehernya, tetapi tiba-tiba berpaling ke belakang seolah-olah dalam ketakutan. Apabila ditanya apa masalahnya, dia berkata terdapat parit api dan penampakan yang mengerikan antara dirinya dan Muhammad Rasulullah (yang dilimpahi rahmat Allah dan rahmat Allahﷻ) dan beberapa sayap. Mendengar ini Rasulullah berkata: "Seandainya dia mendekatiku, para malaikat akan memukul dan mengoyaknya." 

(Ahmad, Muslim, Nasai, Ibn Jarir, Ibn AbI Hatim, Ibn al-Mundhir, lbn Mardiyah, Abu Nu'aim Isfahani, Baihaqi).

Menurut Saiyidina Abdullah lbn Abbas رضي الله عنه, Abu Jahal berkata: "Sekiranya aku menangkap Muhammad (yang dirahmati Allah dan rahmat Allah) mengerjakan sholatnya di tepi Ka'abah, aku akan memijak lehernya." Apabila Rasulullah mendengarnya, dia berkata: "Jika dia bertindak demikian, malaikat akan menangkapnya di sana dan kemudian." 

(Bukhari, Tirmidzi, Nasai, Ibn Jarir, Abdur Razzaq, Abd bin Humaid, Ibn al- Mundhir, Ibn Mardiyah).

Menurut tradisi lain dari Ibn Abbas, Rasulullah sedang menunaikan Shalatnya di Maqam Ibrahim. Abu Jahal melalui jalan itu dan berkata: "Wahai Muhammad, bukankah aku melarangmu ini?" dan kemudian dia mula mengancamnya. Sebagai balasan, Nabi saw menegurnya dengan keras. Kemudian Abu Jahal berkata: "Wahai Muhammad, atas kekuatan apakah kamu menegurku? Demi Tuhan, pengikutku di lembah ini jauh melebihi jumlah kamu." 

(Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Ibn Jarir, lbn Abi Shaibah, Ibn al-Mundhir, Tabarani, Ibn Mardiyah).

Kerana kejadian-kejadian ini, bahagian Surah ini yang bermula dengan Kalla inn al-insaana la yat gha telah diturunkan. Sememangnya kedudukan bahagian ini harus sama seperti yang ditetapkan kepadanya dalam Surah Al-Quran ini, kerana selepas turunnya Wahyu yang pertama, Rasulullah telah menyatakan Islam pertama sekali dengan tindakan Doa, dan konfliknya dengan orang-orang kafir.



no: 109 - Mukjizat - Satu Nampan[Hidangan] Cukup untuk Puluhan Orang

[Gambar Ilustrasi Cuma]

Satu Nampan [Hidangan]  Cukup untuk Puluhan Orang

Abdurrahman bin Abi Bakar رضي الله عنه meriwayatkan, bahawa ahli shuffah adalah kumpulan orang-orang miskin. Suatu ketika Rasulullah bersabda :

" Barangsiapa yang memiliki makanan untuk dua orang maka ia hendaklah mengajak orang ketiga, dan barangsiapa yang memiliki makanan untuk empat orang maka ia hendaknya mengajak orang kelima atau keenam-" Atau seperti yang beliau samakan.

Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه kemudian membawa tiga orang, lalu Rasulullah  membawa sepuluh orang, dan Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه berkata, "Tiga orang itu adalah aku, bapakku dan ibuku -dan aku tidak tahu apakah ia berkata istriku dan pembantuku dari rumah kami dan rumah Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه?"

Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه makan malam bersama Rasulullah, Ialu menunggu sampai shalat Isya dilaksanakan. Kemudian kembali dan menunggu sampai Rasulullah selesai makan malam, lalu pulang ke rumah setelah larut malam, dan berkatalah sang isteri kepadanya, "Kenapa engkau lama sekali tinggalkan para tamumu?"

Ia berkata, "Sudahkah engkau beri mereka makan?"

Isterinya menjawab, "Mereka enggan makan kerana menunggumu, sudah ditawarkan untuk makan namun mereka enggan dan menolak."

Lalu aku pergi dan bersembunyi, maka ia berkata, "Wahai orang yang kikir."

Ia pun mencacinya dan mencelanya, dan berkata: "Makanlah kalian!"

Ia juga berkata, "Demi Allah, aku tidak mau makan."

Kami tidak makan satu suap kecuali ia terus bertambah dari bagian bawahnya lebih banyak lagi sampai mereka semua kenyang, dan makanan tersebut menjadi lebih banyak dari sebelumnya. lalu Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه melihat dan mendapatkan lebih banyak. Maka ia berkata kepada isterinya, "Wahai saudari bani Firas, sungguh alangkah gembiranya, kini makanan ifu bertambah tiga kali lipat dari semula."

Lalu Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه pun makan darinya satu suap dan berkata,

"sesungguhnya ia adalah syaitan yaitu di sebelah kanannya-."

Kemudian ia makan satu suap darinya, lalu mem -bawanya kepada Rasulullah dia ia berada disisi beliau, dan ada janji di antara kami dengan mereka, dan masa telah berlalu dan kami mengenal dua belas orang pada setiap orang dari mereka ada sejumlah orang yang Allah lebih tahu berapa orang Senang ikut bersama setiap orang dan dikirimlah makanan tersebut kepada mereka. Ia berkata: 

"Lalu semuanya makan darinya."

 Atau berkata seperti yang dikatakann5n, dan yang lainnya berkata, "lalu kami

berpisah."38



Rujukan

38 Hadis im shahih.

Hadits ini diriwayatkan oleh AI Bukhari (pembahasan: Ivlanaqib, bab: Tandatanda kenabian dalam Islam, no. 3581)dan Mtrslim (bab: Minuman).

No 119: Salam ((salam) oleh Pohon dan Batu:

Salam ((salam) oleh Pohon dan Batu: Sayyidina Ali bin Abu Talib ( رضي الله عنه ) melaporkan: "Saya datang bersama Nabi ( صلى الله عليه...