Tuesday

No: 111 - Mukjizat - Abu Jahal Mundur dari Sisi Rasulullahﷺ dengan Penuh Rasa Takut

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

[Gambar Ilustrasi Cuma]

Abu Jahal Mundur dari Sisi Rasulullah dengan Penuh Rasa Takut

Adalah Abu Jahal bertekad untuk menginjak tengkuk Rasulullah ketika sedang melakukan shalat. Namun ketika ia mendekat tiba-tiba ia mundur kembali dengan penuh rasa takut, kerana melihat seakan ada jurang api yang menghalanginya dari Rasulullah.

Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: Abu Jahal pemah berkata kepada orang-orang kafir Quraisy, "Adakah kalian biarkan Muhammad sujud kepada Tuhan nya di hadapan kalian?"

Mereka menjawab, "Iya." Abu Jahal berkata, "Demi Lata dan L)zza, apabila aku melihatnya sedang shalat maka akan aku injak tengkuknya dan aku sungkurkan wajahnya ke tanah-" 

Tidak lama kemudian lalu datanglah Rasulullah  untuk melakukan shalat. Abu Jahal pun mendekat kepada beliau ingin menginjak tengkuknya.

Namun tiba-tiba saja ia mundur ke belakang dengan penuh rasa takut sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Maka ia pun ditanya; 

"Ada apa denganmu wahai Abu Jahal?"

Abu Jahal menjawab: "Ada sebuah jurang api yang sangat dalam antara diriku dengannya."

Maka Rasulullah bersabda', " Jika ia mendekat sedikit  lagi kepadaku niscaya malaikat akan menyambar bahagian demi  bahagian dari batang tubuhnya."

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩ ١٩

Atas peristiwa ini, maka turunlah firman  Allahﷻ"Ingatlah! Janganlah engkau (wahai Muhammad) menurut kehendaknya, dan (sebaliknya) sujudlah dan dampingkanlah dirimu kepada Allah (dengan taat dan beramal soleh)!

— Abdullah Muhammad Basmeih

[Quran Al Alaq - 19]



Peristiwa turunnya ayat-ayat Al Alaq [6-19]

كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَيَطْغَىٰٓ ٦

أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ ٧

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ ٨

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ ٩

عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ ١٠

أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلْهُدَىٰٓ ١١


أَوْ أَمَرَ بِٱلتَّقْوَىٰٓ ١٢

أَرَءَيْتَ إِن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰٓ ١٣

أَلَمْ يَعْلَم بِأَنَّ ٱللَّهَ يَرَىٰ ١٤

كَلَّنَاصِيَةٍۢ كَـٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍۢ ١٦ا ١٥

نَاصِيَةٍۢ كَـٰذِبَةٍ خَاطِئَةٍۢ ١٦

فَلْيَدْعُ نَادِيَهُۥ ١٧

سَنَدْعُ ٱلزَّبَانِيَةَ ١٨

كَلَّا لَا تُطِعْهُ وَٱسْجُدْ وَٱقْتَرِب ۩ ١٩

Ingatlah! Sesungguhnya jenis manusia tetap melampaui batas (yang sepatutnya atau yang sewajibnya),- 6 Dengan sebab ia melihat dirinya sudah cukup apa yang dihajatinya.-7(Ingatlah) sesungguhnya kepada Tuhanmu lah tempat kembali (untuk menerima balasan). -8Adakah engkau nampak (baiknya) orang yang melarang (dan menghalang) -9.Seorang hamba Allah apabila ia mengerjakan sembahyang? -10  Adakah engkau nampak (buruknya) jika ia berada di atas jalan yang betul? -11  Atau ia menyuruh orang bertaqwa (jangan melakukan syirik)? -12 Adakah engkau nampak (terlepasnya dari azab) jika ia mendustakan (apa yang disampaikan oleh Nabi Muhammad kepadanya) serta ia berpaling ingkar? -13 Tidakkah ia mengetahui bahawa sesungguhnya Allah melihat (segala amal perbuatannya dan membalasnya)?-14 Jangan sekali-kali berlaku derhaka! Demi sesungguhnya jika ia tidak berhenti (dari perbuatannya yang buruk itu), nescaya Kami akan menyentap ubun-ubunnya (dan menyeretnya ke dalam neraka), -15 Ubun-ubun (orang) yang berdusta, yang bersalah.-16Kemudian biarlah ia memanggil kumpulannya (untuk menyelamatkannya), -17Kami pula akan memanggil malaikat Zabaniyah (untuk menyiksanya)!-18Ingatlah! Janganlah engkau (wahai Muhammad) menurut kehendaknya, dan (sebaliknya) sujudlah dan dampingkanlah dirimu kepada Allah (dengan taat dan beramal soleh)! -19

[Al Quran / Surah Al Alaq -Ayat 6-9]


Bahagian kedua Surah ini diturunkan ketika Rasulullah mula menunaikan Solat mengikut cara Islam di Kaabah dan Abu Jahal mengancam dan cuba menghalangnya daripada ini. Kebetulan selepas pelantikannya menjadi kenabian dan bahkan sebelum dia boleh memulakan dakwah Islam secara terang-terangan, dia mula menunaikan Solat di kawasan Kaabah mengikut cara yang Allahﷻ ajarkan kepadanya; daripada ini, orang Quraisy merasakan buat pertama kalinya bahawa dia telah menerima agama baru. Orang-orang lain melihat dengan rasa ingin tahu, tetapi Abu Jahal dalam kesombongan dan kesombongannya mengancam Rasulullah dan melarangnya untuk beribadah dengan cara itu di Ka'bah. Sebilangan hadits telah diriwayatkan daripada Saiyidina  Abdullah ibn Abbasرضي الله عنه dan Saiyidina  Abu Hurairaرضي الله عنه, yang menyebut tentang kebodohan Abu Jahal.

Saiyidina  Abu Hurairaرضي الله عنهberkata bahawa Abu Jahal bertanya kepada orang-orang Quraisy: "Adakah Muhammad (yang dilimpahi rahmat Allah dan rahmat Allah) telah meletakkan mukanya di hadapan kamu?" Tatkala mereka menjawab mengiyakan, dia berkata: "Demi Lat dan Uzza, jika aku menangkapnya dalam ibadah itu, aku akan meletakkan kakiku di lehernya dan menggosok mukanya dengan debu."

Kemudian kebetulan dia melihat Rasulullah dalam postur itu dan datang ke hadapan untuk meletakkan kakinya di lehernya, tetapi tiba-tiba berpaling ke belakang seolah-olah dalam ketakutan. Apabila ditanya apa masalahnya, dia berkata terdapat parit api dan penampakan yang mengerikan antara dirinya dan Muhammad Rasulullah (yang dilimpahi rahmat Allah dan rahmat Allahﷻ) dan beberapa sayap. Mendengar ini Rasulullah berkata: "Seandainya dia mendekatiku, para malaikat akan memukul dan mengoyaknya." 

(Ahmad, Muslim, Nasai, Ibn Jarir, Ibn AbI Hatim, Ibn al-Mundhir, lbn Mardiyah, Abu Nu'aim Isfahani, Baihaqi).

Menurut Saiyidina Abdullah lbn Abbas رضي الله عنه, Abu Jahal berkata: "Sekiranya aku menangkap Muhammad (yang dirahmati Allah dan rahmat Allah) mengerjakan sholatnya di tepi Ka'abah, aku akan memijak lehernya." Apabila Rasulullah mendengarnya, dia berkata: "Jika dia bertindak demikian, malaikat akan menangkapnya di sana dan kemudian." 

(Bukhari, Tirmidzi, Nasai, Ibn Jarir, Abdur Razzaq, Abd bin Humaid, Ibn al- Mundhir, Ibn Mardiyah).

Menurut tradisi lain dari Ibn Abbas, Rasulullah sedang menunaikan Shalatnya di Maqam Ibrahim. Abu Jahal melalui jalan itu dan berkata: "Wahai Muhammad, bukankah aku melarangmu ini?" dan kemudian dia mula mengancamnya. Sebagai balasan, Nabi saw menegurnya dengan keras. Kemudian Abu Jahal berkata: "Wahai Muhammad, atas kekuatan apakah kamu menegurku? Demi Tuhan, pengikutku di lembah ini jauh melebihi jumlah kamu." 

(Ahmad, Tirmidzi, Nasai, Ibn Jarir, lbn Abi Shaibah, Ibn al-Mundhir, Tabarani, Ibn Mardiyah).

Kerana kejadian-kejadian ini, bahagian Surah ini yang bermula dengan Kalla inn al-insaana la yat gha telah diturunkan. Sememangnya kedudukan bahagian ini harus sama seperti yang ditetapkan kepadanya dalam Surah Al-Quran ini, kerana selepas turunnya Wahyu yang pertama, Rasulullah telah menyatakan Islam pertama sekali dengan tindakan Doa, dan konfliknya dengan orang-orang kafir.



no: 109 - Mukjizat - Satu Nampan[Hidangan] Cukup untuk Puluhan Orang

[Gambar Ilustrasi Cuma]

Satu Nampan [Hidangan]  Cukup untuk Puluhan Orang

Abdurrahman bin Abi Bakar رضي الله عنه meriwayatkan, bahawa ahli shuffah adalah kumpulan orang-orang miskin. Suatu ketika Rasulullah bersabda :

" Barangsiapa yang memiliki makanan untuk dua orang maka ia hendaklah mengajak orang ketiga, dan barangsiapa yang memiliki makanan untuk empat orang maka ia hendaknya mengajak orang kelima atau keenam-" Atau seperti yang beliau samakan.

Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه kemudian membawa tiga orang, lalu Rasulullah  membawa sepuluh orang, dan Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه berkata, "Tiga orang itu adalah aku, bapakku dan ibuku -dan aku tidak tahu apakah ia berkata istriku dan pembantuku dari rumah kami dan rumah Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه?"

Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه makan malam bersama Rasulullah, Ialu menunggu sampai shalat Isya dilaksanakan. Kemudian kembali dan menunggu sampai Rasulullah selesai makan malam, lalu pulang ke rumah setelah larut malam, dan berkatalah sang isteri kepadanya, "Kenapa engkau lama sekali tinggalkan para tamumu?"

Ia berkata, "Sudahkah engkau beri mereka makan?"

Isterinya menjawab, "Mereka enggan makan kerana menunggumu, sudah ditawarkan untuk makan namun mereka enggan dan menolak."

Lalu aku pergi dan bersembunyi, maka ia berkata, "Wahai orang yang kikir."

Ia pun mencacinya dan mencelanya, dan berkata: "Makanlah kalian!"

Ia juga berkata, "Demi Allah, aku tidak mau makan."

Kami tidak makan satu suap kecuali ia terus bertambah dari bagian bawahnya lebih banyak lagi sampai mereka semua kenyang, dan makanan tersebut menjadi lebih banyak dari sebelumnya. lalu Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه melihat dan mendapatkan lebih banyak. Maka ia berkata kepada isterinya, "Wahai saudari bani Firas, sungguh alangkah gembiranya, kini makanan ifu bertambah tiga kali lipat dari semula."

Lalu Saiyidina Abu Bakar رضي الله عنه pun makan darinya satu suap dan berkata,

"sesungguhnya ia adalah syaitan yaitu di sebelah kanannya-."

Kemudian ia makan satu suap darinya, lalu mem -bawanya kepada Rasulullah dia ia berada disisi beliau, dan ada janji di antara kami dengan mereka, dan masa telah berlalu dan kami mengenal dua belas orang pada setiap orang dari mereka ada sejumlah orang yang Allah lebih tahu berapa orang Senang ikut bersama setiap orang dan dikirimlah makanan tersebut kepada mereka. Ia berkata: 

"Lalu semuanya makan darinya."

 Atau berkata seperti yang dikatakann5n, dan yang lainnya berkata, "lalu kami

berpisah."38



Rujukan

38 Hadis im shahih.

Hadits ini diriwayatkan oleh AI Bukhari (pembahasan: Ivlanaqib, bab: Tandatanda kenabian dalam Islam, no. 3581)dan Mtrslim (bab: Minuman).

No: 110 - Mukjizat - Seekor Serigala Berbicara dan Pemuda Mengucapkan Syahadat

[Gambar Illustrasi Cuma]

Seekor Serigala Berbicara dan Mengucapkan Syahadat

Diriwayatkan dari Abu Sa'id Al Khudri رضي الله عنه, ia berkata: Ada seekor serigala memakan seekor kambing yang sedang digembalakan, lalu membawanya pergl. Kemudian sang penggembala pun mencarinya lalu merampasnya kembali darinya.

Tiba-tiba sang serigala berbicara sambil mengepakkan sayapnya, "Tidakkah engkau takut kepada  Allahﷻ engkau rampas dariku rezeki yang telah dianugerahkan  Allahﷻ kepadaku?"

Maka sang penggembala pun berkata; 

"Aneh, ada seekor serigala bicara seperti manusia!"

Lalu sang serigala pun berkata; 

"Maukah engkau aku beritahukan hal yang lebih aneh dari itu? Yaitu Muhammad Rasulullah  di Yathrib orang yang  menceritakan kejadian-kejadian yang telah lalu.

"Abu Sa'id Al Khudriرضي الله عنه berkata: Maka berangkatlah sang penggembala menggiring kambingnya menuju Madinah, lalu sesampainya di Madinah ia mengikat kambing-kambingnya hampir dengan  di sisi kota Madinah,kemudian pergi menghadap Rasulullah dan menceritakan kejadian yang dialami. Maka Rasulullah memerintahkan agar diserukan bahwa shalat ditegakkan.

Kemudian Rasulullah keluar rumah, lalu bersabda kepada sang penggembala;, " Ceitakan kepada ku? 'Lalu ia pun menceritakan kejadian yang dialaminya Kemudian Rasulullah bersabda: 

"Sungguh benar, dan demi Dzat Yang jiwa Muhammad berada didalam gengaman  tangan-Nya,  tidaklah Hari Kiamat datang sebelun binatang-binatang buas bicara dengan manusia, dan manusia bicara dengan perbuatannya, biar dengan tali sepatunya, dan ia bercerita kepada nya, maka ambilah apa tentang diceritakan oleh pelakunya sesudahnya."36

Kita lanjut dengan versi lain tentang serigala yang berbicara dengan manusia tentang keimanan dan Agama Islam juga akan kedatangan Rasulullah, sebagai kutubun Nubuwwah [Nabi Terakhir]

Mukjizat lain naratif tentang hampirnya  akhir zaman, apabila binatang buas bolih berkata-kata.

Kisah Serigala yang Berdakwah Kepada Manusia, Pria Ini Langsung Tunduk dan Bersyahadat Kepada Rasulullah

Betapa terkejutnya si penggembala ketika mendengar serigala itu bertutur kata layaknya manusia.“Kamu bisa berbicara?” kata sang penggembala takjub.

“Mengapa engkau melihatku terheran-heran? Harusnya engkau tahu, ada yang lebih mengherankan daripada seekor serigala bisa berbicara.” kata serigala itu.

“Apa itu,” tanya pengembala.

“Di Madinah ada seorang Nabi dan rasul yang Allah utus untuk sekalian alam. Namun, banyak orang yang justru membangkang dan enggan beriman kepadanya. Nama nabi itu, Muhammad Rasulullah,” terang serigala tersebut.

Keesokan harinya lelaki pengembala itu kemudian pergi ke Madinah untuk menjumpai langsung sosok yang diceritakan si serigala kemarin.Perjalanan yang tidak mudah dia tempuh dengan penuh kesabaran hingga sampailah ia di Madinah.Setelah bertanya kepada warga setempat, lelaki itu kemudian tiba di depan masjid Nabawi.

Singkat cerita, si pengembala berkesempatan bertemu dengan Rasulullah. Kepada beliau, si pengembala itu pun menuturkan kisahnya.

Kemudian Rasulullah membenarkan kisah Sang Pengembala, bahwa ada seekor binatang yang terang-terang menunjukkan rasa imannya kepada Allah dan rasul-nya.

Lebih lanjut Rasulullah menerangkan bahawa ternyata hal tersebut termasuk pada tanda-tanda kian dekatnya hari akhir.

“Yang demikian itu adalah salah satu tanda kiamat.” ;sabda  Muhammad Rasulullah.

Setelah itu si pengembala itu pun kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat dan memeluk agama Islam.


Nukilan:

Albakr.Allatifi




Rujukan - Kisah ini termaktub dalam hadits riwayat dari Abu Hurairah dan Abu Sa'id al-khudri serta Imam Ahmad. Pakar tafsir Ibnu Katsir menilai sanadnya Shahih.

Hadits t shahih.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ahrnad (3/$-8al; At-Tirmidzi (pembahasan,

Fitnah, 4/4761; dan Al Baihaqi dalam Dala 'il An-Nubuornnh (6/421.

Al Baihaqi berkomentar, "Sanad Hadits ir:d- shahih."


Monday

No:108 - Mukjizat Sebuah Roti Dimakan oleh Delapan Puluh Orang

  

(Gambar Ilustrasi Cuma) 

Sebuah Roti Dimakan oleh Delapan Puluh Orang

Diriwayatkan dari Anas bin Malik رضي الله عنه ia berkata: Abu Thalhah rg pernah berkata kepada Ummu Sulaimرضي الله عنه, "Wahai Ummu Sulaim, aku lihat  Rasulullah tampak gara sedang kelaparan, suaranya lirih dan lemah, apakah engkau mempunyai makanan?"

Ummu Sulaimرضي الله عنه menjawab, "lra ada." lalu Ummu Sulaimرضي الله عنه mengeluarkan gandum kemudian membuat adonan dan memasak bln menjadi roti, lantas mengutusku kepada Rasulullah.

Anas bin Malik رضي الله عنه lanjut berkata: Aku kemudian pergi membawa roti tersebut dan mendapati Rasulullah sedang berada di masjid bersama orang-orang, lalu aku masuk kepada mereka, lantas Rasulullah bertanya kepadaku, "engkau diutus oleh Abu Talhah  رضي الله عنه?'

Aku menjawab, "Benar Wahai  Rasulullah."

Rasulullah bersabda, " Dengan membawa makanan."Aku menjawab, "Benar wahai Rasulullah." Lalu Rasulullah bersabda kepada semua-orang, " bangkitlah kalian!'

Setelah itu beliau pergi dan aku pun ikut pergi bersama mereka, hingga sampai di rumah Abu Thalhah. lalu aku sampaikan kepada Abu Thalhah bahwa Rasulullah datang bersama beberapa-orang. lalu Abu Thalhah رضي الله عنه berkata, "Wahai Ummu Sulaim, sesungguhnya Rasulullah datang bersama beberapa-orang, sementara  kita tidak ada makanan yang cukup kita hidangkan untuk mereka."

Aku berkata, "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu."

Setelah itu Abu Talhah رضي الله عنه pergi menyambut kedatangan Rasulullah, Ialu Rasulullah bersabda, " Wahai (Ummu Sulaim, silahkan keluarkan apa yang engkau miliki?'

Kemudian Ummu Sulaim رضي الله عنه keluar menyuguhkan roti tersebut. lalu Rasulullah memerintahkan agar roti tersebut dipotong-potong, lantas Ummu Sulaim رضي الله عنه menuruti nya dan mencampuri dengan sedikit lauk, kemudian Rasulullah membaca doa atas makanan tersebut sekehendaknya, lantas bersaMa, "Silahkan makan untuk sepuluh orang!' lalu mereka pun makan semuanya, padahal jumlah mereka ada tujuh puluh atau delapan puluh orang.33

Ada juga riwayat yang lain tentang mukjizat tentang sebuku roti,cukup mengenyangkan 70-80 orang sahabat..

Sebelum acara makan dimulai, Rasulullah mendoakan makanan yang dihidangkan. Setelah itu para tamu diminta makan bergantian. Yang pertama makan adalah 10 sahabat. Lalu, 10 sahabat berikutnya, kemudian 10 sahabat berikutnya, dan seterusnya. Akhirnya semua sahabat yang datang makan sampai kenyang. Setelah itu, barulah Rasulullah dan keluarga Abu Thalhah makan hingga kenyang.




Rujukan

33 - Hadits fr stalrih.

Hadis ini diriuraptkan oleh Al Bul{hari (penrbahasan: Manaqib, no. 357g dan penrbahasan: Shalat, bab: Sumpah dan nadzar, no. 6688); Muslim (bab: Minuman); dan At-'l'imi&i (pembatrasan: Manaqib, S/S9Si.

(Sumber: H.R. Al-Bukhari, no. 3385; Muslim, no. 2040)


No 107 - Mukjizat - Sebatang Pohon Berjalan Membelah Tanah dan Bersyahadat di Hadapan Rasulullahﷺ

 

(Gambar Illustrasi Cuma)

Diriwayatkan dari Saiyidina Abdullah bin  Umar رضي الله عنه, ia berkata: Pada satu ketika kami bersama  Rasulullah dalam sebuah perjalanan, lalu datanglah seorang badawi. 

Ketika ia telah mendekat maka Rasulullah bertanya kepadanya, "Kemanakah engkau hendak pergi?'

Pemuda  badwi itu menjawab, 'Pulang ke rumah."

Rasulullah bersabda: "sudikah engkau mengerjakan  satu kebajikan?"

Pemuda Badwi itu bertanya, "Apakah kebajikan itu?"

Rasulullah bersabda; 

"Yaitu engkau bersaksi bahawa tidak ada tuhan selain Allah Yang Maha Besar dan tidak ada sekutu bagi- Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya."

Pemuda Badwi itu berkata: "Bolehkah engkau menunjukkan bukti atas kebenaran ucapanmu itu ?'

Rasulullah bersabda; , "Lihat pohon itu."

Kemudian Rasulullah memanggil sebuah pohon yang ada di pinggir lembah, lalu pohon itu datang melintasi bumi dan berdiri di hadapan beliau. Setelah itu Rasulullah meminta kepadanya agar bersyahadat tiga kali, lalu ia pun bersyahadat membenarkan kenabian beliau. Kemudian pohon tersebut kembali ke tempat asalnya. 

Orang badui tersebut pun kembali ke kaumnya dan berkata, "Jika mereka mengikutiku maka mereka akan aku bawa menghadapffiu, dan apabila tidak maka aku akan kembali kepadamu dan ikut bersamamu."26

Satu lagi versi Keajaiban Pokok Rasulullahﷺ menjejaki muka bumi untuk menjadi saksi seorang Pemuda Badwi memeluk Islam. Rasulullahﷺ.

Yang paling utama, mukjizat yang sama telah diriwayatkan oleh Imam Ibnu Maja, Darimi, Imam Bayhaqi, Saiyidina Anas Ibn Malik رضي الله عنه daripada Saiyidina Ali Ibn Abu Talib رضي الله عنه; Bazzaz dan Imam Bayhaqi meriwayatkannya daripada ‘Saiyidina Umar Ibn A Khattabرضي الله عنه :

Ketika Rasulullahﷺ bersedih atas pengingkaran orang-orang kafir, baginda bersabda:

Menurut Saiyidina Anas Ibn Malik رضي الله عنه, Jibril juga ada di sana sebelum berlakunya mukjizat ini. Terdapat sebatang pokok di tepi lembah. Atas arahan Jibril, Rasulullah ﷺ memanggil pokok itu. Pokok itu datang menghampirinya. Rasulullahﷺ kemudian menyuruh pokok itu “kembali”; ia kembali dan menetap di tempatnya. 

Keajaiban pokok yang menurut perintah - 2

Dalam Shifa’ ash-Sharif, Qadi Iyad, ulama terkemuka Maghrib, meriwayatkan daripada Saiyidina ‘Abd Allah b. ‘Umar رضي الله عنه melalui sanad perawi yang mulia dan mantap:

“Dalam satu ekspedisi, seorang Anak Muda Badawi mendekati Rasulullah ﷺ. 

Rasulullahﷺ bertanya kepadanya:

'Awak nak pergi mana?' 

Anak Muda Badawi itu menjawab: ‘Pulang Kepada keluargaku.’

Rasulullahﷺ  bertanya lagi: ‘Apakah kamu tidak menginginkan yang lebih baik dari itu?’ 

Anak Muda Badawi itu bertanya: 'Apakah itu?'

Rasulullah ﷺ bersabda:

"Bahawa kamu bersaksi bahawa tiada Tuhan selain Allah, Dia Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya."

'Pemuda Badawi itu bertanya: 'Apakah saksi kepada kesaksian ini?' 

Rasulullah ﷺ bersabda:

‘Pohon di sebelah lembah akan menjadi saksi.’

Saiyidina ‘Abd Allah b. ‘Umar رضي الله عنه berkata: “Sambil bergoncang, pohon itu membelah bumi dan datang kepada Rasulullah ﷺ. Dia meminta pokok itu tiga kali untuk memberi keterangan; setiap kali ia bersaksi tentang kebenarannya. Apabila dia memerintahkan, ia kembali dan menetap di tempatnya.” (3)

Menurut riwayat sahih Ibn Sahib al-Aslami, Buraydah melaporkan: “Ketika kami bersama Rasulullahﷺ dalam satu ekspedisi, datang seorang Badawi meminta tanda, iaitu mukjizat. 

Rasulullahﷺ berkata: ‘Katakan pada pokok itu bahawa Rasulullah ﷺ memanggilnya!’ Kemudian baginda menunjukkan kepada sebatang pokok; ia bergoyang ke kanan dan ke kiri, mengeluarkan dirinya dari tanah dengan akarnya, dan datang ke hadapan Rasulullahﷺ, sambil berkata: 'Salam sejahtera ke atasmu, wahai Rasulullah!' tempatnya lagi!' Dia memerintahkan, dan ia pergi.

Kemudian orang Badawi itu berkata: ‘Izinkan aku sujud kepadamu.’ Rasulullah ﷺ menjawab: ‘Tidak ada seorang pun yang diizinkan untuk melakukan itu.’ Badawi itu berkata: ‘Kalau begitu aku akan mencium tangan dan kakimu,’ dan baginda mengizinkannya.” (4)



Rujukan:

% Hadirc ini diriwaSratkan oteh Al Hakim l2/6201dan Al Baihaqi dahm Dala' il An-Nubttutwh (5/151[1] Kattani, Nazm al-Mutanasir 137.

[2] Ibn Maja, Fitan 23 no: 4028; Darimi, Muqaddima 3; Musnad i, 223; iii, 113; iv, 177; Qadi Iyad, ash-Shifa’ i, 302; ‘Ali al-Qari, Sharh ash-Shifa’ i, 620; al-Haythami, Majma’ az-Zawa’id ix, 10; al-Hindi, Kanz al-‘Ummal ii, 354.
[3] Qadi Iyad, ash-Shifa’ i, 298; ‘Ali al-Qari, Sharh ash-Shifa’ i, 615; Bayhaqi, Dala’il al-Nubuwwa vi, 14; al-Haythami, Majma’ az-Zawa’id viii, 292; Ibn Kathir, al-Bidaya wa’n-Nihaya vi, 125; al-‘Asqalani, al-Matalib al-‘Aliya iv, 16 no: 3836; al-Hakim, al-Mustadrak ii, 620; Ibn Hibban, Sahih viii, 150.

[4] Qadi Iyad, ash-Shifa’ i, 299; al-Khafaji, Sharh ash-Shifa’ iii, 49..

Saturday

No 106 - Mukjizat Kaki Kuda Suraqah Terperosok ke dalam Pasir

[Gambar Illustrasi Cuma]

Setelah orang kafir Musyrik Makkah putus asa kerana tidak berupaya menangkap Rasulullah dengan Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله عنه , maka mereka pun membuat jalan mengupah masyarakat musyrik dengan mengumumkan hadiah besar bagi siapa yang dapat menangkap Rasulullah dan Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله عنه .

"Barang Siapa dapat menangkap Rasulullah dan Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله عنه mereka berhak mendapatkan 100 ekor unta. setelah orang-orang kafir Makkah mula putus asa kerana usaha mereka tidak berhasil menangkap Rasulullah dan Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله عنهmaka mereka pun mernbuat seyembara peraduan dengan hadiah yang lumayan.

"Barangsiapa yang dapat menangkap Rasulullah dan Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله, maka ia berhak mendapatkan seratus ekor unta."

Orang-orang musyrik Makkah masing-masing pun berlomba-lomba untuk menangkap Rasulullah dan Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله yang mereka kirakan mudahnya  memenangkan hadiah lumayan tersebut.

Ketika Rasulullah dan Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله meleruat kampung Bani Mudir dari arah Qadid, ada seorang penduduk yang melihatnya, lalu ia berkata dihadapan orang-orang ramai: 

"Tadi aku melihat ada sebuah rombongan di kejauhan sana langsung menurutku ia adalah Muharnmad dan sahabatnya."

Mendengar hal itu, Suraqah bin Malik langsung sigap-siaga dan berupaya untuk mengelabuhi orang-orang agar sayembara tersebut dimenangkan oleh dirinya sendiri. Maka ia pun berkata, "ltu bukan rombongan Rasulullah, tetapi ifu adalah rombongan fulan dan fulan yang pergl unfuk suafu keperluan."

Sejenak Suraqah terdiam, Ialu ia masuk ke tempat persembunyiannya, dan berkata kepada pembanfunya, "Bawalah kuda ini keluar dari belakang persembunyian dan funggu aku di belakang sana." Kemudian ia pun mengambil tombaknya dan pergi dengan sembunyi-sembunyi, lalu menunggang kudan5n. Ketika Suraqah telah mendekati rombongan Rasulullah dan mendengar lanhrnan ayat yang dibaca oleh beliau, sementara Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله  terus menerus menoleh ke kanan, ke kiri dan ke belakang dan Rasulullah tidak menoleh sedikit pun, maka Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله  berkata, "Wahai Rasulullah, ada Suraqah bin Malik mengejar kita di belakang!"

Maka Rasulullah pun mendoakannya agar celaka- Seketika itu juga kaki kudanya langsung terperosok ke dalam tanah. Maka Suraqah berkata, "lni pasti kerana ulah doa buruk kalian, tolonglah selamatkan aku, dan aku berjanji akan melindung, kalian berdua." Maka Rasulullah, menarik doanya, dan Suraqah pun kembali selamat berkat doa beliau.

Setelah itu Suraqah meminta kepada Rasulullahdiberi surat perjanjian secara tertulis, maka Rasulullah memerintahkan kepada Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله  agar menulis surat perianjian di selembar kulit unfuk Suraqah. Surat perjanjian tepebut disimpan oleh Suraqah sampai tiba waktu penaklukan kota Makkah. I-alu ia pun datang membawa surat perjanjian ifu kepada Rasulullahdan beliau pun menepati janjinya dan bersabda, "Hari ini adalah hari peneptan janji dan kebail<an." lalu Suraqah menawarkan perbekalan kepada Rasulullah dun Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله, narnun keduanya menolak dan bersama, " Kami tidak membufuhkannSa."

Kami hanlra minta kepadamu agar palingkan orang-orang dari mengejar kami. Lalu Suraqah menjawab, "Aku siap melindungi kalian." lalu ia pun kembali ke Makkah, dan mendapati orang orang sedang melakukan pencarian, maka ia berkata, "Aku sudah pastikan berita ifu, dan temyata tidak benar salna sekali."

Demikianlah muklizat doa Rasulullah. Di pagl hari Suraqah berupaya keras untuk menangkap Rasulullah dan Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله,, namun di sore harinya ia bempaya keras unfuk memberikan perlindungan kepada beliau dan sahabat karib Saiyidina Abu Bakar As Sidiqueرضي الله,7.



Rujukan

Hadits ini diriwarlatkan oleh Al Bukhari (no. 1013, 1014, 1015, 1016); Muslim (pembahasan: Shalat istisqa); dan hnu Majah (no. 12721.

[ Bahagian 19 ] - Makhluk Semesta Alam Jagat dalam Al-Qur’an: Ilmuwan Baru Menyadarinya! -Matahari Bergerak Di Garisan Yang Sedia Mula.

Dalam video yang menarik ini, kami mempersembahkan ilustrasi yang jelas  dan  ringkas  tentang bagaimana Bumi berputar mengelilingi Matahari...