Tuesday

No.75 - Mukjizat Bantuan Dari Langit- Seekor Labah2 Menjalin Sarang Nya.



Pada masa penghijrahan ketika Rasulullahﷺ dan Saiyidina Abu Bakr As Sidique رضياللهعنه merentasi jalan-jalan yang payah ke- gua di Gunung Thawr. Selepas memasuki Guan Thur, mulalah kelihata se-ekor labah seekor labah-labah menjalin  sarangnya melintasi mulut gua di atas semak di pintu masuk, menyembunyikan Rasulullah daripada mereka. yang mungkin menelitinya;

وَلِلّٰهِ جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَزِيْزًا حَكِيْمًا

"Kemudian datanglah dua ekor burung merpati yang berkibar-kibar di atas gua itu beberapa lama kemudian kemudian duduk bertelur di sana-kepunyaan Allah kuasa langit dan bumi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” 

(Q.48:7)

Mengimbau peristiwa hijrah dan pengkisahannya sudah menjadi lumrah setiap kali bermulanya awal Muharam. Pengkisahan sejarah hijrah ini bertujuan menggambarkan rasa cinta dan sayang kepada Rasulullah. Bukan kerana lupa dan lalai tetapi untuk mengingati lebih dekat sejarah yang berlaku dalam kehidupan Rasulullah

Ramai para ilmuan Islam yang memberi syarahan atau kupasan berkaitan hijrah dalam bentuk yang berbeza. Ada yang menceritakan satu persatu peristiwa hijrah bermula dengan penindasan kepada umat Islam, hijrah ke Habsyah atau konspirasi jahat membunuh Rasulullah. Selain itu, ada yang menghuraikan berkaitan pengajaran dan iktibar yang boleh dijadikan panduan untuk generasi masa kini. 

Kebanyakan ahli sejarah menyatakan tarikh Rasulullah sampai ke kota Madinah adalah pada 12 Rabiul Awal. Perjalanan yang amat bersejarah ini iaitu meninggalkan kota Makkah tempat lahir Rasulullah dan menjadikan Madinah sebagai tempat kehidupan baharu untuk mengembangkan dakwah Islam. Jika ditinjau dari awal hingga akhir peristiwa hijrah ini ada beberapa cabaran yang dihadapi dan mukjizat yang berlaku. Banyak kesusahan yang dihadapi dalam hijrah ini kerana pihak musyrikin Quraisy merancang untuk membunuh baginda Rasulullah

Mereka tahu jika Rasulullah dapat keluar dari kota Makkah, mereka akan berhadapan kesusahan kerana dakwah Islam menjadi semakin kuat. Mukjizat pertama yang berlaku dalam peristiwa hijrah ini ialah sekumpulan pemuda yang ditugaskan mengepung rumah Rasulullah tidak nampak sosok tubuh baginda Rasulullah semasa Rasulullah keluar dari rumahnya. Sedangkan mereka merancang untuk menetak Rasulullah dengan satu pukulan bahkan Rasulullah telah meletakkan pasir di atas kepala mereka. Semasa di Gua Thur, musyrikin Makkah ketika itu telah mencari baginda Rasulullah .

Abu Bakar al-Siddiq رضياللهعنه yang bersama Rasulullah dalam gua tersebut rasa takut dan bimbangkan keselamatan Rasulullah Allahﷻ menceritakan peristiwa melalui firman-Nya yang bermaksud: 

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَـٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍۢ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ ٤٠

"Kalau kamu tidak menolongnya (Nabi Muhammad) maka sesungguhnya Allah telahpun menolongnya, iaitu ketika kaum kafir (di Makkah) mengeluarkannya (dari negerinya Makkah) sedang ia salah seorang dari dua (sahabat) semasa mereka berlindung di dalam gua, ketika ia berkata kepada sahabatnya: "Janganlah engkau berdukacita, sesungguhnya Allah bersama kita". Maka Allah menurunkan semangat tenang tenteram kepada (Nabi Muhammad) dan menguatkannya dengan bantuan tentera (malaikat) yang kamu tidak melihatnya. Dan Allah menjadikan seruan (syirik) orang-orang kafir terkebawah (kalah dengan sehina-hinanya), dan Kalimah Allah (Islam) ialah yang tertinggi (selama-lamanya), kerana Allah Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana."

(At-Taubah: 40) 

Walaupun Rasulullah mempunyai doa yang mustajab namun baginda tetap mengambil asbab untuk beroleh kejayaan dalam peristiwa hijrah. 



Kredit:Prof Madya Dr. Khairul Anuar Mohamad 

https://www.utusan.com.my/gaya/2020/08/mukjizat-hijrah-nabi-muhammad/

Wednesday

No.73 -Mukjizat Nabi Muhammad Terkait Hal Ghaib

Pengetahuan RasulullahSAW akan perkara ghaib adalah juga sebahagian dari mukjizat yang dianugerah Oleh Allah SWT dalam pelbagai hal dan peristiwa, banyak riwayat2 yang disanadkan terus dari RasulullahSAW. Dan hal ehwal ghaib itu dinukilkan dalam fahaman dan pengertia maksud yg berbeza. (Di Nukilkan olih Qadi Iyad)

Hanya  Allahﷻ yang mengetahui perkara ghaib. Namun Allah memberikan informasi kabar ghaib atau sesuatu yang belum terjadi kepada mereka yang dikehendaki-Nya. Salah satunya adalah Rasulullah. Mukjizat Nabi yang berkaitan dengan hal-hal ghaib dianggap sebagai bukti paling kuat bahwa beliau memang utusan Allah.  Berikut beberapa kabar yang disampaikan Rasulullah dan benar-benar terjadi, baik pada masa beliau ataupun beberapa tahun setelahnya, sebagaimana dikutip dari buku  sirah Rasulullah .

Teladan Untuk Semesta Alam (Raghib as-Sirjani, 2011). 

Pertama, kematian an-Najasyi. Sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairahرضي الله عنهRasulullah mengumumkan kematian an-Najasyi pada hari saat Raja Negeri Habasyah itu wafat.  Jarak antara Arab dengan Negeri Habasyah sangat jauh, membutuhkan waktu beberapa hari dan malam untuk perjalanan. Jika difikirkan, tidak mungkin Rasulullah tahu kabar kematian an-Najasyi pada hari itu juga, kecuali mendapatkan kabar langsung dari Rasulullah.   

Kedua, penaklukkan Negeri Persia. Suatu ketika Rasulullahﷺ mengatakan bahwa Negeri Persia akan ditaklukkan umat Muslim. Setelah itu, keamanan serta kedamaian di seperempat jazirah Arab terwujud.  “Jika hidup kamu panjang, engkau pasti melihat seorang perempuan di atas tandu unta menunggangi dari Hirah sampai ia berthawaf di Ka’bah, dimana ia tidak takut siapapun kecuali hanya kepada Allah,” kata Rasulullah kepada Adi bin Hatimرضي الله عنه , mengumpamakan keadaan aman dan damai dari wilayah Persia hingga Makkah. 

Beberapa tahun setelahnya, Adi bin Hatimرضي الله عنه  menyaksikan sendiri apa yang dikatakan Rasulullah itu. Adi bin Hatimرضي الله عنه bertanya kepada  Rasulullah perihal keberadaan penyamun Thayyi yang suka membuat kerusuhan di banyak negeri. Dijawab Rasulullah, harta-harta Kisra yang melimpah akan menguasai mereka. Tidak cukup sampai di situ, Adi bin Hatimرضي الله عنه  kemudian menanyakan tentang Kisra bin Hurmuz. “Kisra bin Hurmuz. Dan jika hidupmu panjang, engkau pasti melihat seorang laki-laki mengeluarkan emas atau perak sepenuh telapak tangannya. Ia mencari orang yang akan menerimanya, namun ia tidak mendapatkan seorang pun yang mau menerimanya,” jawab Rasulullah

Apa yang disabdakan Rasulullah itu terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Azis. Dimana orang-orang hidup dalam berkecukupan. Tidak ada lagi yang mau menerima sedekah.  

Ketiga, penaklukkan Konstantinopel. Kata Rasulullah, ibu kota Romawi Timur, Konstantinopel, akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin dan pasukan adalah pemimpin dan pasukan yang menaklukkan Konstantinopel. Kalau melihat kekuatan umat Islam ketika itu, maka apa yang dikatakan Rasulullah itu menjadi ‘sesuatu yang meragukan.’ Karena pada saat itu, Romawi Timur merupakan salah satu imperium terbesar –selain Persia- yang menguasai dunia. Apa yang disabdakan Rasulullah itu menjadi pendorong umat Muslim setelahnya untuk berlomba-lomba menaklukkan Konstantinopel. Beberapa kali pasukan Muslim mencoba merebut Konstantinopel, namun gagal. Hingga akhirnya, Khalifah Turki Usmani, Muhammad al-Fatih, berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 857 H/1453 M. (Muchlishon Rochmat)

Perlu dijelaskan, bahwa riwayat hadits sedang kita bahas ini terkesan simple dan rumit. Kesan simple, karena ia tidak menyebutkan sedikit pun peristiwa Isra. Sehingga Imam Al Bukhari mencantumkan bab ini dalam bab Mi'raj. Dalam hadits ini juga disebutkan bahwa  Allah memberikan keringanan sepuluh shalat pada setiap kali, namun ini menyalahi kebanyakan riwayat yang menyebutkan bahwa  Allah  memberikan keringanan lima shalat pada setiap kali.

Sedangkan kesan rumit lain, kerana ia menyebutkan minum susu setelah turun dari langit, sementara dalam banyak riwayat hadiths disebutkan bahwa beliau minum susu sebelum memulai perjalanan Mi'raj ke langit.


(9 Hadits  Shahih.

Hadits ini dirtwaptkan oleh Al Bukhari (pembahasan: Manaqib Anstnr, tnb:

M'raj, no.3885).

No.72-Mukjizat Rasulullahﷺ tentang Kafilah Unta Quraish

Diantara mukjizat Rasulullah yang berkaitan dengan peristiwa Isra dan Mi'raj, bahawa orang-orang Quraish berkata kepada beliau,

"Apakah engkau melihat kafilah kami yang ada di tempat ini dan itu?"

Beliau menjawab, "Iya biar aku menerangkannya, aku mendapati mereka kehilangan satu ekor unta mereka dan mereka mencarinya, dan aku melihat kafilah bani fulan dimana unta tersebut mereka  berpecah .'

Mereka berkata, "Beritahukan kepada kami berapa iumlahrya dan jumlah penggembalanya." Beliau bersama, "Aku tidak sempat menghitungnya.

Kemudian beliau bangun dan mendatangi kafilah unta lalu menghitungnya dan menghitung jumlah penggambaranya. setelah itu beliau kembali kepada orang-orang-orang Quraysh, lalu bersama,

"Jumlahnya adalah sekian dan sekian, dan penggembalanya  adalah fulan dan fulan."Tempat keadaannya persis seperti sekarang" 

diinformasikan oleh Rasulullah #.11

Dalam riwayat Al Baihaqi disebutkan, "Kami berkata, 'Wahai Rasulullah, bagaimana engkau di-isra kan?, Beliau menjawab, ... kemudian Rasulullahﷺ bersabda, 'Salah satu tanda kebenaran apa yang aku sampaikan kepada kalian adalah, aku melewati seekor unta kalian di tempat ini dan itu, mereka telah kehilangan untanya, lalu mereka si fulan mengumpulkan semuanya. Dalam perjalanan mereka saat itu, merel<a singgah di tempat ini dan itu dan merel<a mendatangi Kalian pada hari ini dan lalu unta berwarna hitam datang menghampiri mereka .--'. Ketika orang-orang mulai berdatangan, mereka melihatnya hingga hampir mendekati tengah hari dan kafilah pun tiba, lantas unta hitam yang digambarkan Rasulullah pun datang menghampiri mereka. "

Dalam riwayat yang lain disebutkan, "Rasulullahﷺ diperjalankan ke Baitul Maqdis, kemudian kembali pada malam yang sama, lalu menceritakan hal itu kepada mereka dan menyebutkan ciri-ciri Baitul Maqdis serta kafilah unta mereka, maka orang-orang berkata, 'Kami tidak percaya dengan cerita Muhammad'. Mereka pun kembali murtad, maka Allahﷻ  musnahkan mereka bersama Abu Jahal'."

( Hadits ini hasan).

Pada Riwayat Yang Lain;

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya'la, namun  Ibnu Hajar dalam Fath Al Bari (7 /24O1 tidak berkomentar.)

Pulang: Dari Langit Tujuh ke Makkah

Perjalanan al-Mi’raj berakhir dengan Rasulullah turun semula ke Masjid Al-Aqsa di Baitulmaqdis. Sekembalinya ke Makkah, dia melihat pelbagai kafilah di pinggir dan menuju ke arah kota, yang kemudiannya akan diterangkannya kepada orang Quraisy sebagai bukti bahawa dia telah melakukan perjalanan ini dalam masa kurang dari satu malam. Terdapat ramai yang tidak mempercayai Rasulullah dan mengejeknya kerana membuat dakwaan sedemikian. Para sahabat, bagaimanapun, tidak pernah meragui peristiwa penting ini.

Oleh itu, kisah ini adalah sumber keajaiban dan harapan, kerana ia terus berlaku untuk kita hari ini. Pada malam ini, sebaik-baik makhluk s.a.w diberi penghormatan mengembara ke langit dan dikurniakan kehadrat Ilahi.


Tuesday

No 71- Mukjizat -Mendengar makanan yang dipegang oleh Rasulullahﷺ berdoa kepada Allahﷻ

Kami mendengar makanan yang dipegang oleh Rasulullah sambil berdoa kepada Allahﷻ Imam Al-Bukhari menceritakan bahawa, Abdullah ibn Mas'ud رضي الله عنه berkata: Kami bersama Rasulullah  dalam perjalanan, bekalan air kami berkurangan, kemudian beliau berkata, "hantar bekas berisi air". Mereka membawa bejana yang berisi sedikit air di dalamnya, lalu beliau meletakkan tangannya di dalamnya seraya berkata, "Hidup itu diberkahi kesucian dan keberkatan itu dari  Allahﷻ ." Dia (Ibn Mas’ud) berkata: Aku melihat air keluar dari jari-jari Rasulullah  dan kami biasa mendengar makanan yang dimakan Rasulullah  ketika berdoa kepada  Allahﷻ .

Hadis Imran Ibn Husain Dalam versi Imran Ibn Husain: Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahawa Imran Ibn Hussein berkata: Kami pernah bersama Rasulullah  dalam perjalanan, kemudian malam tiba, kami semua tidur sehingga kami Dibangunkan oleh panas matahari, orang pertama yang bangun di kalangan kami ialah Saiyidina Abu Bakar As Sidique رضي الله عنه dan kami tidak pernah membangunkan Rasulullah  sehingga beliau sendiri yang melakukannya. Kemudian Saiyidina Umar Al Khattab رضي الله عنه bangun dan berdiri di sebelah Rasulullah  dan baginda meninggikan suaranya sambil berkata, “Takhir!” sehingga Rasulullah bangun dan memerintahkan kami meneruskan perjalanan.

Kami melakukan perjalanan sehingga matahari tinggi, dia turun, dan mengimami kami dalam solat, salah seorang sahabat tidak menyertai kami dalam solat. Apabila dia selesai solat, dia bertanya kepadanya, "Apa yang menghalangimu daripada solat bersama kami?" Dia berkata: Wahai Rasulullah, aku bermimpi basah. Beliau memerintahkan beliau bertayamum dan shalat. Kami terus mencari air kerana dahaga, kemudian kami bertemu dengan seorang wanita dan bertanya di mana kami boleh mencari air.

Dia menjawab tiada air untuk kami. Kami kemudian bertanya kepadanya jarak antara kaumnya dan air? Dia kata jaraknya sehari dan malam. Kami membawanya kepada Rasulullah  dan dia memberitahunya apa yang dia katakan kepada kami dan bahawa dia mempunyai dua anak yatim; suaminya meninggal dunia. Rasulullah  meminta untanya yang membawa air, lalu Baginda mengambil bejana yang berisi air dan meletakkan bukaannya di mulutnya dan diminum. Dia kemudian mengantarnya kepada kami - empat puluh orang yang dahaga - kami semua meminumnya sehingga kami semua puas dan mengisi beg air kulit kami.

Lelaki di antara kami yang mengalami mimpi basah mandi, haiwan kami hampir tidak dapat berjalan dari berat air yang kami bawa. Rasulullah  kemudian memerintahkan kami untuk mengumpulkan roti dan kurma untuk wanita itu dan baginda kemudian menyerahkannya kepadanya dan berkata, “Ambillah ini dan berilah makan kepada keluargamu dengannya dan ketahuilah bahawa kami tidak mengurangi airmu”. Apabila dia sampai di rumah, dia memberitahu kaumnya bahawa dia telah bertemu dengan ahli sihir yang terbaik, atau seorang Nabi sebagaimana yang mereka dakwa. Dia kemudiannya menjadi seorang Muslim bersama keluarganya.

No.69-Mukjizat - Sujud Unta untuk Rasulullah, Shalawat dan Salam kepada-Nya, dan Aduan Unta kepada Nabi.




Al-Nasa’i dan Ahmad meriwayatkan dalam sanadnya Dari Anas Ibn Malik رضي الله عنه: ‘Sebuah keluarga dari Ansar mempunyai seekor unta yang digunakan oleh mereka untuk mengambil air dari sumur. Pada suatu hari, unta menghalang mereka untuk menggunakan perigi itu. Mereka tidak lama kemudian datang kepada  Rasulullah dan memberitahu baginda bahawa mereka mempunyai seekor unta yang biasa mereka bawakan air tetapi kini tidak mungkin bagi mereka berbuat demikian kerana unta itu enggan menolong mereka dan akibatnya, semua tumbuhan menjadi sangat dahaga. .

Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, ‘Marilah bersamaku’. Mereka melakukan seperti yang diminta.  Rasulullah memasuki taman Al-Ansar yang dikelilingi dan melihat unta yang berdiri dekat telaga. Al-Ansar memberitahu  Rasulullah bahawa unta telah menjadi seperti anjing dan mereka takut kepadanya. Tetapi utusan itu tidak takut. Apabila unta itu melihat  Rasulullah, ia mendekatinya dan sujud kepadanya.  Rasulullah kemudian membawa unta itu bekerja seperti sebelumnya.

Para sahabat  Rasulullah tercengang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah! Unta ini hanyalah seekor binatang dan ia sujud kepadamu. Lebih baik kita berbuat demikian’. Baginda bersabda, ‘Tiada manusia yang boleh sujud kepada manusia seperti dia. Jika sujud manusia satu sama lain diterima, maka aku perintahkan isteri sujud kepada suaminya’. '

Lebih-lebih lagi, Muslim meriwayatkan bahawa pada suatu hari Nabi s.a.w. masuk bersama beberapa sahabatnya ke salah satu taman al-Ansar. Seekor unta mendekati  Rasulullah dan matanya berlinang air mata.  Rasulullah menyapu punggung dan matanya dan tidak lama kemudian unta itu menjadi tenang.  Rasulullah bertanya tentang pemiliknya. Seorang budak lelaki dari al-Ansar datang dan memberitahunya bahawa dia adalah pemilik unta itu.  Rasulullah berkata, ‘Apakah kamu tidak takut kepada Allah? Haiwan yang kamu miliki ini telah mengadu kepada saya bahawa ia lapar dan letih kerana kamu menggunakannya secara berterusan dalam kerja kamu’. 


No 70 - Mukjizat Rasulullahﷺ dalam memperbanyakkan makanan


Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahawa Anas Ibn Malik رضي الله عنه berkata Abu Talhah رضي الله عنه berkata kepada Ummu Sulaim رضي الله عنه, bahawa dia mendengar suara Rasulullah datang sebagai tetamu dan mengetahui dia lapar. Dia kemudian bertanya kepada isterinya jika ada sesuatu untuk dimakan. Dia menjawab: Ya, ada beberapa barli. Dia meletakkan roti di tangan saya kemudian menyuruh saya pergi dan memanggil Rasulullah. Saya pergi dan mendapati dia sedang duduk di masjid bersama beberapa orang. 

Rasulullahﷺ bertanya kepadaku apakah Abu Thalhah رضي الله عنه,  telah mengutusku. Saya cakap ya. Dia berkata, "dengan makanan?" Saya cakap ya. Dia kemudian berkata kepada orang-orang yang duduk bersamanya, "Berdirilah dan marilah kami pergi." Saya pergi bersama mereka hingga kami tiba di rumah Abu Thalhah رضي الله عنه,. Saya memberitahu Abu Talha apa yang berlaku. Kemudian Abu Talhah berkata kepada Ummu Sulaim رضي الله عنه, : 

"Rasulullah  telah datang tetapi dengan manusia dan kami tidak mempunyai makanan yang cukup untuk mereka semua. 

Ummu Sulaim رضي الله عنه berkata: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Maka pergilah Abu Thalhah dan menyambut RasulullahRasulullah bersabda, “Bawalah apa yang kamu miliki wahai Ummu Sulaim رضي الله عنه”. Ummu Sulaim رضي الله عنهkemudiannya membawa roti dan rebusan yang disediakan daripada minyak sapi. Dia Rasulullah berdoa untuk makanan itu, lalu memanggil sepuluh orang dari orang-orang yang datang bersamanya untuk makan daripadanya, mereka makan sampai kenyang. 

Dia kemudian memanggil kumpulan sepuluh lagi daripada mereka dan mereka pun makan sehingga mereka kenyang, baginda meneruskan demikian sehingga mereka semua makan dan kenyang. Orang-orang ini berjumlah tujuh puluh hingga lapan puluh orang. Dalam versi lain, Imam Ahmad meriwayatkan bahawa Yunus Ibn Muhammad meriwayatkan bahawa Anas Ibn Malik رضي الله عنه berkata bahawa Ummu Salim رضي الله عنه menghantarku kepada Rasulullah menjemputnya untuk makan tengah hari. Saya pergi dan memberitahunya dan dia berkata: "Saya datang bersama-sama dengan orang-orang bersama saya". Saya cakap ya. Dia berkata kepada orang yang bersamanya,

“Teruskan dengan saya. Aku kembali kepada Ummu Sulaim رضي الله عنه terkejut dengan jumlah orang yang datang bersama Rasulullah dan dia bertanya: Apa yang telah kamu lakukan wahai Anas? Rasulullah masuk ke rumah Ummu Sulaim رضي الله عنه dan bertanya adakah ada adalah minyak sapi. Dia berkata: Ya, ada beberapa. Dan dia membawakannya beg kulit yang mengandungi minyak sapi. Dia kemudian membuka beg itu dan berkata: "Dengan nama Allah, Ya Allah muliakan keberkatan-Mu di dalamnya". Rasulullah mengambil sebahagian daripada minyak sapi dan daripadanya memakan lapan puluh orang lelaki, dan masih ada yang tinggal. Dia memberikannya semula kepada Ummu Sulaim رضي الله عنه dan menyuruhnya memberi makan kepada keluarga dan jirannya.

36 Sahih Muslim:The Book of Fadhail, No. 9

37 Sahih Bukhari:The Book of Manakib and Sahih Muslim: Book of

drinks, No. 142

Monday

no.68- Mukjizat :Tidak Bertemu Rasulullahﷺ - Namun dapat memberitakan susuk insan bernama Uwais Al Qarni.



TIDAK PERNAH BERTEMU DENGAN BUTIRAN TUBUH BADAN YANG JELAS.

Owais Al Qarni رضي الله عنه adalah lelaki yang disebut namanya oleh  Rasulullahﷺ tanpa dia berjumpa dengannya. Dia menjadi sahabat tanpa melihat  RasulullahOwais Al Qarni رضي الله عنه diberi penghormatan sebagai Sahabatnya di surga dan  Rasulullahﷺ   menyuruh sahabatnya meminta doa daripadanya jika mereka bertemu dengannya kerana dia tidak dapat datang menemui Rasulullah kerana dia sedang melayani ibunya yang tua dan memberitahu bahawa dia berasal dari suku Qarni di sebuah tempat bernama Murad di Yaman.

Apabila Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattabرضي الله عنه menjadi Khalifah, dia akan mengelilingi semua orang semasa Haji dan berseru, “OWAIS, OWAIS, Adakah di sini seorang yang bernama Owais?” Tetapi tiada siapa yang pernah mendengar tentang lelaki ini.  Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattabرضي الله عنه  menyadari ia seperti yang diceritakan oleh Rasulullah kepadanya, bahawa dia adalah seorang yang tidak dikenali di kalangan orang ramai. Tahun demi tahun, Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattabرضي الله عنه  akan berkeliling pada Haji dan memanggil dan meminta Owais Al Qarni رضي الله عنه , menperkenalkan diri.

Setahun semasa Haji, beliau berdiri di Gunung Arafah dan meminta semua orang yang mengerjakan haji untuk berdiri. Kemudian beliau menyuruh semua orang duduk kecuali mereka yang berasal dari Yaman. Dari golongan itu, beliau menyuruh mereka semua duduk kecuali yang dari Murad dan dari golongan itu, beliau menyuruh mereka semua duduk kecuali yang dari Qarn. Seorang lelaki dibiarkan berdiri. “Awak Qarni?” tanya Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattabرضي الله عنه . Lelaki itu menjawab mengiyakan. "Awak kenal Owais?" “Ya, dia anak saudara saya. Tetapi apa yang anda mahu dengan dia. Dia hanyalah seorang miskin yang terlupakan,” jawab lelaki Yaman itu. Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattabرضي الله عنه  mula menangis. “Lelaki ini bukan sahaja miskin, terlupa. Dia adalah seorang lelaki yang akan memilih 200,000 orang untuk bersamanya ke syurga. Adakah dia bersama kamu?” “Tidak, dia tidak,” jawab lelaki itu. “Adakah ibunya masih hidup,” tanya Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه .

“Ya,” jawab lelaki itu. “Saya tahu dia tidak akan pernah meninggalkannya, kerana inilah yang Rasulullah bersabda,” jawab Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه.

Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه mencari Owais (RA) selama sepuluh tahun. Setahun sebelum kematian Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه, ibu Owais Al Qarni رضي الله عنه meninggal dunia. Pada tahun itu, Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه  berdiri di Gunung Arafah lagi dan berkata kepada penduduk Yaman, "Adakah Owaisal Qarni di antara kamu?" Seorang lelaki Yaman berkata, "Dia adalah gembala yang berdiri di sana." Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه  menjadi sangat teruja dan pergi mencari  Sayyidina Ali Ibn Abu Talib رضي الله عنه  . “Ali! Ali! Kami jumpa dia!!! ” dia memanggil. Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه  dan Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه mendekati Owais Al Qarni رضي الله عنه  dan bertanya kepadanya siapa nama kamu. Saya Abdullah dia berkata keberatan untuk bercakap jadi mereka bertanya kami tahu setiap seorang daripada kami adalah Abdullah apakah nama yang diberikan kepada kamu oleh ibu bapa kamu dan daripada dia memberitahu Dia adalah Owais Al Qarni رضي الله عنه.

“Adakah kamu  Owais Al Qarni رضي الله عنه.?”

"Ya," jawab Owais رضي الله عنه.  yang terkejut. “Tunjukkan bahumu,” jawab Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنهOwais Al Qarni رضي الله عنه. menunjukkan bahunya kepada mereka dan mereka dapat melihat tanda yang disebutkan oleh Rasulullah. "Adakah ibu anda bersama anda?" tanya Umar. Owais Al Qarni رضي الله عنه. menjawab bahawa ibunya telah meninggal dunia. "Ah, seperti yang Nabi katakan pada masa itu," kata Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنهOwais Al Qarni رضي الله عنه. sebenarnya tidak mengenali lelaki ini jadi dia bertanya kepada mereka siapa mereka.

“Saya Umar bin Al Khattab , Khalifah, dan ini adalah Ali bin Abu Talib رضي الله عنه., lelaki yang datang ke Yaman untuk menyebarkan Islam,” kata Umar Sayyidina Omar Ibn Al Khattab رضي الله عنه..

“Ya! Saya ingat dia! tapi macam mana awak kenal saya?” tanya Owais Al Qarni رضي الله عنه.

Maka Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه menceritakan kepada Owais Al Qarni رضي الله عنه seluruh kisah tentang bagaimana Rasulullah telah bercakap tentang beliau bertahun-tahun yang lalu dan bagaimana Malaikat Jibril (AS) telah menggambarkan beliau. Mereka berkata bagaimana tanda-tandanya adalah tanda di bahunya, penjagaannya terhadap ibunya, dan kurangnya keterikatannya dengan dunia ini. Dia berkata bagaimana Rasulullah memberitahu mereka bahawa dia akan membawa 200,000 orang bersamanya ke dalam syurga. Mereka memberitahunya bagaimana mereka telah mencarinya selama bertahun-tahun.

Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه dan Sayyidina Ali ibn Abu Talib kemudian meminta Owais (RA) untuk mendoakan mereka dan memohon ampun untuk mereka. "Anda kini kawan saya dalam kehidupan ini dan seterusnya," kata Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه  kepada Owais Al Qarni رضي الله عنه .

Walau bagaimanapun, Owais Al Qarni رضي الله عنه . tidak berminat dengan kehidupan kemasyhuran dan kemudahan yang akan datang dengan menjadi kawan Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه, terutamanya apabila orang mengetahui apa yang Rasulullahﷺ katakan tentangnya. Dia dengan baik menolak, dan meminta untuk dibiarkan begitu sahaja. رضي الله عنه  berkata dia akan pergi ke Kufah. “Mahukah kamu saya menulis surat kepada pemimpin Kufah untuk menunggu kedatangan kamu dan menjaga kamu?” tanya Umar.

“Tidak terima kasih. Saya ingin pergi tidak diketahui kerana saya datang,” balas Owais.

"Baiklah, sekurang-kurangnya izinkan saya memberikan sedikit wang untuk membantu anda," kata Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه, dalam usaha untuk melakukan sekurang-kurangnya sesuatu untuk Owais Al Qarni رضي الله عنه .

“Tidak, terima kasih, kot bulu saya masih belum lusuh dan kasut saya juga tidak ada. Saya mempunyai empat dirham yang masih belum saya gunakan. Apabila saya kehabisan, saya akan memikirkan bagaimana untuk mendapatkan lebih banyak lagi. Saya redha begini,” balas Owais Al Qarni رضي الله عنه .

"Sila tinggal bersama saya," kata Umar.

“Terima kasih Umar. Tetapi apa yang saya ada adalah baik untuk saya dan apa yang anda ada adalah baik untuk anda dan umat Islam,” kata Owais.

Owais رضي الله عنه . meninggalkan Makkah. Dia mengambil bahagian dalam pertempuran di Azerbaijan dan meninggal dunia semasa pertempuran. Kematiannya berlaku kira-kira 2 tahun selepas kematian Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله     berumur kira-kira 35 tahun.

Nota: Owais رضي الله عنه hanya mempunyai 4 dirham tetapi meneruskan kehidupannya dengan memuaskan sebagai Hanya seorang gembala (Ayub Semua Nabi lakukan) yang membuktikan dua Nubuat kami yang lain tentang pemberian kekayaan dan kurniaan Allah kepada umat Islam terkemudian selepas mereka dalam hanya kira-kira 10 + tahun selepas mereka



No 119: Salam ((salam) oleh Pohon dan Batu:

Salam ((salam) oleh Pohon dan Batu: Sayyidina Ali bin Abu Talib ( رضي الله عنه ) melaporkan: "Saya datang bersama Nabi ( صلى الله عليه...