Wednesday

No.73 -Mukjizat Nabi Muhammad Terkait Hal Ghaib

Pengetahuan RasulullahSAW akan perkara ghaib adalah juga sebahagian dari mukjizat yang dianugerah Oleh Allah SWT dalam pelbagai hal dan peristiwa, banyak riwayat2 yang disanadkan terus dari RasulullahSAW. Dan hal ehwal ghaib itu dinukilkan dalam fahaman dan pengertia maksud yg berbeza. (Di Nukilkan olih Qadi Iyad)

Hanya  Allahﷻ yang mengetahui perkara ghaib. Namun Allah memberikan informasi kabar ghaib atau sesuatu yang belum terjadi kepada mereka yang dikehendaki-Nya. Salah satunya adalah Rasulullah. Mukjizat Nabi yang berkaitan dengan hal-hal ghaib dianggap sebagai bukti paling kuat bahwa beliau memang utusan Allah.  Berikut beberapa kabar yang disampaikan Rasulullah dan benar-benar terjadi, baik pada masa beliau ataupun beberapa tahun setelahnya, sebagaimana dikutip dari buku  sirah Rasulullah .

Teladan Untuk Semesta Alam (Raghib as-Sirjani, 2011). 

Pertama, kematian an-Najasyi. Sebagaimana diriwayatkan Abu Hurairahرضي الله عنهRasulullah mengumumkan kematian an-Najasyi pada hari saat Raja Negeri Habasyah itu wafat.  Jarak antara Arab dengan Negeri Habasyah sangat jauh, membutuhkan waktu beberapa hari dan malam untuk perjalanan. Jika difikirkan, tidak mungkin Rasulullah tahu kabar kematian an-Najasyi pada hari itu juga, kecuali mendapatkan kabar langsung dari Rasulullah.   

Kedua, penaklukkan Negeri Persia. Suatu ketika Rasulullahﷺ mengatakan bahwa Negeri Persia akan ditaklukkan umat Muslim. Setelah itu, keamanan serta kedamaian di seperempat jazirah Arab terwujud.  “Jika hidup kamu panjang, engkau pasti melihat seorang perempuan di atas tandu unta menunggangi dari Hirah sampai ia berthawaf di Ka’bah, dimana ia tidak takut siapapun kecuali hanya kepada Allah,” kata Rasulullah kepada Adi bin Hatimرضي الله عنه , mengumpamakan keadaan aman dan damai dari wilayah Persia hingga Makkah. 

Beberapa tahun setelahnya, Adi bin Hatimرضي الله عنه  menyaksikan sendiri apa yang dikatakan Rasulullah itu. Adi bin Hatimرضي الله عنه bertanya kepada  Rasulullah perihal keberadaan penyamun Thayyi yang suka membuat kerusuhan di banyak negeri. Dijawab Rasulullah, harta-harta Kisra yang melimpah akan menguasai mereka. Tidak cukup sampai di situ, Adi bin Hatimرضي الله عنه  kemudian menanyakan tentang Kisra bin Hurmuz. “Kisra bin Hurmuz. Dan jika hidupmu panjang, engkau pasti melihat seorang laki-laki mengeluarkan emas atau perak sepenuh telapak tangannya. Ia mencari orang yang akan menerimanya, namun ia tidak mendapatkan seorang pun yang mau menerimanya,” jawab Rasulullah

Apa yang disabdakan Rasulullah itu terjadi pada masa Khalifah Umar bin Abdul Azis. Dimana orang-orang hidup dalam berkecukupan. Tidak ada lagi yang mau menerima sedekah.  

Ketiga, penaklukkan Konstantinopel. Kata Rasulullah, ibu kota Romawi Timur, Konstantinopel, akan ditaklukkan. Sebaik-baik pemimpin dan pasukan adalah pemimpin dan pasukan yang menaklukkan Konstantinopel. Kalau melihat kekuatan umat Islam ketika itu, maka apa yang dikatakan Rasulullah itu menjadi ‘sesuatu yang meragukan.’ Karena pada saat itu, Romawi Timur merupakan salah satu imperium terbesar –selain Persia- yang menguasai dunia. Apa yang disabdakan Rasulullah itu menjadi pendorong umat Muslim setelahnya untuk berlomba-lomba menaklukkan Konstantinopel. Beberapa kali pasukan Muslim mencoba merebut Konstantinopel, namun gagal. Hingga akhirnya, Khalifah Turki Usmani, Muhammad al-Fatih, berhasil menaklukkan Konstantinopel pada 857 H/1453 M. (Muchlishon Rochmat)

Perlu dijelaskan, bahwa riwayat hadits sedang kita bahas ini terkesan simple dan rumit. Kesan simple, karena ia tidak menyebutkan sedikit pun peristiwa Isra. Sehingga Imam Al Bukhari mencantumkan bab ini dalam bab Mi'raj. Dalam hadits ini juga disebutkan bahwa  Allah memberikan keringanan sepuluh shalat pada setiap kali, namun ini menyalahi kebanyakan riwayat yang menyebutkan bahwa  Allah  memberikan keringanan lima shalat pada setiap kali.

Sedangkan kesan rumit lain, kerana ia menyebutkan minum susu setelah turun dari langit, sementara dalam banyak riwayat hadiths disebutkan bahwa beliau minum susu sebelum memulai perjalanan Mi'raj ke langit.


(9 Hadits  Shahih.

Hadits ini dirtwaptkan oleh Al Bukhari (pembahasan: Manaqib Anstnr, tnb:

M'raj, no.3885).

No.72-Mukjizat Rasulullahﷺ tentang Kafilah Unta Quraish

Diantara mukjizat Rasulullah yang berkaitan dengan peristiwa Isra dan Mi'raj, bahawa orang-orang Quraish berkata kepada beliau,

"Apakah engkau melihat kafilah kami yang ada di tempat ini dan itu?"

Beliau menjawab, "Iya biar aku menerangkannya, aku mendapati mereka kehilangan satu ekor unta mereka dan mereka mencarinya, dan aku melihat kafilah bani fulan dimana unta tersebut mereka  berpecah .'

Mereka berkata, "Beritahukan kepada kami berapa iumlahrya dan jumlah penggembalanya." Beliau bersama, "Aku tidak sempat menghitungnya.

Kemudian beliau bangun dan mendatangi kafilah unta lalu menghitungnya dan menghitung jumlah penggambaranya. setelah itu beliau kembali kepada orang-orang-orang Quraysh, lalu bersama,

"Jumlahnya adalah sekian dan sekian, dan penggembalanya  adalah fulan dan fulan."Tempat keadaannya persis seperti sekarang" 

diinformasikan oleh Rasulullah #.11

Dalam riwayat Al Baihaqi disebutkan, "Kami berkata, 'Wahai Rasulullah, bagaimana engkau di-isra kan?, Beliau menjawab, ... kemudian Rasulullahﷺ bersabda, 'Salah satu tanda kebenaran apa yang aku sampaikan kepada kalian adalah, aku melewati seekor unta kalian di tempat ini dan itu, mereka telah kehilangan untanya, lalu mereka si fulan mengumpulkan semuanya. Dalam perjalanan mereka saat itu, merel<a singgah di tempat ini dan itu dan merel<a mendatangi Kalian pada hari ini dan lalu unta berwarna hitam datang menghampiri mereka .--'. Ketika orang-orang mulai berdatangan, mereka melihatnya hingga hampir mendekati tengah hari dan kafilah pun tiba, lantas unta hitam yang digambarkan Rasulullah pun datang menghampiri mereka. "

Dalam riwayat yang lain disebutkan, "Rasulullahﷺ diperjalankan ke Baitul Maqdis, kemudian kembali pada malam yang sama, lalu menceritakan hal itu kepada mereka dan menyebutkan ciri-ciri Baitul Maqdis serta kafilah unta mereka, maka orang-orang berkata, 'Kami tidak percaya dengan cerita Muhammad'. Mereka pun kembali murtad, maka Allahﷻ  musnahkan mereka bersama Abu Jahal'."

( Hadits ini hasan).

Pada Riwayat Yang Lain;

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Ya'la, namun  Ibnu Hajar dalam Fath Al Bari (7 /24O1 tidak berkomentar.)

Pulang: Dari Langit Tujuh ke Makkah

Perjalanan al-Mi’raj berakhir dengan Rasulullah turun semula ke Masjid Al-Aqsa di Baitulmaqdis. Sekembalinya ke Makkah, dia melihat pelbagai kafilah di pinggir dan menuju ke arah kota, yang kemudiannya akan diterangkannya kepada orang Quraisy sebagai bukti bahawa dia telah melakukan perjalanan ini dalam masa kurang dari satu malam. Terdapat ramai yang tidak mempercayai Rasulullah dan mengejeknya kerana membuat dakwaan sedemikian. Para sahabat, bagaimanapun, tidak pernah meragui peristiwa penting ini.

Oleh itu, kisah ini adalah sumber keajaiban dan harapan, kerana ia terus berlaku untuk kita hari ini. Pada malam ini, sebaik-baik makhluk s.a.w diberi penghormatan mengembara ke langit dan dikurniakan kehadrat Ilahi.


Tuesday

No 71- Mukjizat -Mendengar makanan yang dipegang oleh Rasulullahﷺ berdoa kepada Allahﷻ

Kami mendengar makanan yang dipegang oleh Rasulullah sambil berdoa kepada Allahﷻ Imam Al-Bukhari menceritakan bahawa, Abdullah ibn Mas'ud رضي الله عنه berkata: Kami bersama Rasulullah  dalam perjalanan, bekalan air kami berkurangan, kemudian beliau berkata, "hantar bekas berisi air". Mereka membawa bejana yang berisi sedikit air di dalamnya, lalu beliau meletakkan tangannya di dalamnya seraya berkata, "Hidup itu diberkahi kesucian dan keberkatan itu dari  Allahﷻ ." Dia (Ibn Mas’ud) berkata: Aku melihat air keluar dari jari-jari Rasulullah  dan kami biasa mendengar makanan yang dimakan Rasulullah  ketika berdoa kepada  Allahﷻ .

Hadis Imran Ibn Husain Dalam versi Imran Ibn Husain: Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan bahawa Imran Ibn Hussein berkata: Kami pernah bersama Rasulullah  dalam perjalanan, kemudian malam tiba, kami semua tidur sehingga kami Dibangunkan oleh panas matahari, orang pertama yang bangun di kalangan kami ialah Saiyidina Abu Bakar As Sidique رضي الله عنه dan kami tidak pernah membangunkan Rasulullah  sehingga beliau sendiri yang melakukannya. Kemudian Saiyidina Umar Al Khattab رضي الله عنه bangun dan berdiri di sebelah Rasulullah  dan baginda meninggikan suaranya sambil berkata, “Takhir!” sehingga Rasulullah bangun dan memerintahkan kami meneruskan perjalanan.

Kami melakukan perjalanan sehingga matahari tinggi, dia turun, dan mengimami kami dalam solat, salah seorang sahabat tidak menyertai kami dalam solat. Apabila dia selesai solat, dia bertanya kepadanya, "Apa yang menghalangimu daripada solat bersama kami?" Dia berkata: Wahai Rasulullah, aku bermimpi basah. Beliau memerintahkan beliau bertayamum dan shalat. Kami terus mencari air kerana dahaga, kemudian kami bertemu dengan seorang wanita dan bertanya di mana kami boleh mencari air.

Dia menjawab tiada air untuk kami. Kami kemudian bertanya kepadanya jarak antara kaumnya dan air? Dia kata jaraknya sehari dan malam. Kami membawanya kepada Rasulullah  dan dia memberitahunya apa yang dia katakan kepada kami dan bahawa dia mempunyai dua anak yatim; suaminya meninggal dunia. Rasulullah  meminta untanya yang membawa air, lalu Baginda mengambil bejana yang berisi air dan meletakkan bukaannya di mulutnya dan diminum. Dia kemudian mengantarnya kepada kami - empat puluh orang yang dahaga - kami semua meminumnya sehingga kami semua puas dan mengisi beg air kulit kami.

Lelaki di antara kami yang mengalami mimpi basah mandi, haiwan kami hampir tidak dapat berjalan dari berat air yang kami bawa. Rasulullah  kemudian memerintahkan kami untuk mengumpulkan roti dan kurma untuk wanita itu dan baginda kemudian menyerahkannya kepadanya dan berkata, “Ambillah ini dan berilah makan kepada keluargamu dengannya dan ketahuilah bahawa kami tidak mengurangi airmu”. Apabila dia sampai di rumah, dia memberitahu kaumnya bahawa dia telah bertemu dengan ahli sihir yang terbaik, atau seorang Nabi sebagaimana yang mereka dakwa. Dia kemudiannya menjadi seorang Muslim bersama keluarganya.

No.69-Mukjizat - Sujud Unta untuk Rasulullah, Shalawat dan Salam kepada-Nya, dan Aduan Unta kepada Nabi.




Al-Nasa’i dan Ahmad meriwayatkan dalam sanadnya Dari Anas Ibn Malik رضي الله عنه: ‘Sebuah keluarga dari Ansar mempunyai seekor unta yang digunakan oleh mereka untuk mengambil air dari sumur. Pada suatu hari, unta menghalang mereka untuk menggunakan perigi itu. Mereka tidak lama kemudian datang kepada  Rasulullah dan memberitahu baginda bahawa mereka mempunyai seekor unta yang biasa mereka bawakan air tetapi kini tidak mungkin bagi mereka berbuat demikian kerana unta itu enggan menolong mereka dan akibatnya, semua tumbuhan menjadi sangat dahaga. .

Rasulullah bersabda kepada para sahabatnya, ‘Marilah bersamaku’. Mereka melakukan seperti yang diminta.  Rasulullah memasuki taman Al-Ansar yang dikelilingi dan melihat unta yang berdiri dekat telaga. Al-Ansar memberitahu  Rasulullah bahawa unta telah menjadi seperti anjing dan mereka takut kepadanya. Tetapi utusan itu tidak takut. Apabila unta itu melihat  Rasulullah, ia mendekatinya dan sujud kepadanya.  Rasulullah kemudian membawa unta itu bekerja seperti sebelumnya.

Para sahabat  Rasulullah tercengang dan berkata, ‘Wahai Rasulullah! Unta ini hanyalah seekor binatang dan ia sujud kepadamu. Lebih baik kita berbuat demikian’. Baginda bersabda, ‘Tiada manusia yang boleh sujud kepada manusia seperti dia. Jika sujud manusia satu sama lain diterima, maka aku perintahkan isteri sujud kepada suaminya’. '

Lebih-lebih lagi, Muslim meriwayatkan bahawa pada suatu hari Nabi s.a.w. masuk bersama beberapa sahabatnya ke salah satu taman al-Ansar. Seekor unta mendekati  Rasulullah dan matanya berlinang air mata.  Rasulullah menyapu punggung dan matanya dan tidak lama kemudian unta itu menjadi tenang.  Rasulullah bertanya tentang pemiliknya. Seorang budak lelaki dari al-Ansar datang dan memberitahunya bahawa dia adalah pemilik unta itu.  Rasulullah berkata, ‘Apakah kamu tidak takut kepada Allah? Haiwan yang kamu miliki ini telah mengadu kepada saya bahawa ia lapar dan letih kerana kamu menggunakannya secara berterusan dalam kerja kamu’. 


No 70 - Mukjizat Rasulullahﷺ dalam memperbanyakkan makanan


Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahawa Anas Ibn Malik رضي الله عنه berkata Abu Talhah رضي الله عنه berkata kepada Ummu Sulaim رضي الله عنه, bahawa dia mendengar suara Rasulullah datang sebagai tetamu dan mengetahui dia lapar. Dia kemudian bertanya kepada isterinya jika ada sesuatu untuk dimakan. Dia menjawab: Ya, ada beberapa barli. Dia meletakkan roti di tangan saya kemudian menyuruh saya pergi dan memanggil Rasulullah. Saya pergi dan mendapati dia sedang duduk di masjid bersama beberapa orang. 

Rasulullahﷺ bertanya kepadaku apakah Abu Thalhah رضي الله عنه,  telah mengutusku. Saya cakap ya. Dia berkata, "dengan makanan?" Saya cakap ya. Dia kemudian berkata kepada orang-orang yang duduk bersamanya, "Berdirilah dan marilah kami pergi." Saya pergi bersama mereka hingga kami tiba di rumah Abu Thalhah رضي الله عنه,. Saya memberitahu Abu Talha apa yang berlaku. Kemudian Abu Talhah berkata kepada Ummu Sulaim رضي الله عنه, : 

"Rasulullah  telah datang tetapi dengan manusia dan kami tidak mempunyai makanan yang cukup untuk mereka semua. 

Ummu Sulaim رضي الله عنه berkata: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui. Maka pergilah Abu Thalhah dan menyambut RasulullahRasulullah bersabda, “Bawalah apa yang kamu miliki wahai Ummu Sulaim رضي الله عنه”. Ummu Sulaim رضي الله عنهkemudiannya membawa roti dan rebusan yang disediakan daripada minyak sapi. Dia Rasulullah berdoa untuk makanan itu, lalu memanggil sepuluh orang dari orang-orang yang datang bersamanya untuk makan daripadanya, mereka makan sampai kenyang. 

Dia kemudian memanggil kumpulan sepuluh lagi daripada mereka dan mereka pun makan sehingga mereka kenyang, baginda meneruskan demikian sehingga mereka semua makan dan kenyang. Orang-orang ini berjumlah tujuh puluh hingga lapan puluh orang. Dalam versi lain, Imam Ahmad meriwayatkan bahawa Yunus Ibn Muhammad meriwayatkan bahawa Anas Ibn Malik رضي الله عنه berkata bahawa Ummu Salim رضي الله عنه menghantarku kepada Rasulullah menjemputnya untuk makan tengah hari. Saya pergi dan memberitahunya dan dia berkata: "Saya datang bersama-sama dengan orang-orang bersama saya". Saya cakap ya. Dia berkata kepada orang yang bersamanya,

“Teruskan dengan saya. Aku kembali kepada Ummu Sulaim رضي الله عنه terkejut dengan jumlah orang yang datang bersama Rasulullah dan dia bertanya: Apa yang telah kamu lakukan wahai Anas? Rasulullah masuk ke rumah Ummu Sulaim رضي الله عنه dan bertanya adakah ada adalah minyak sapi. Dia berkata: Ya, ada beberapa. Dan dia membawakannya beg kulit yang mengandungi minyak sapi. Dia kemudian membuka beg itu dan berkata: "Dengan nama Allah, Ya Allah muliakan keberkatan-Mu di dalamnya". Rasulullah mengambil sebahagian daripada minyak sapi dan daripadanya memakan lapan puluh orang lelaki, dan masih ada yang tinggal. Dia memberikannya semula kepada Ummu Sulaim رضي الله عنه dan menyuruhnya memberi makan kepada keluarga dan jirannya.

36 Sahih Muslim:The Book of Fadhail, No. 9

37 Sahih Bukhari:The Book of Manakib and Sahih Muslim: Book of

drinks, No. 142

Monday

no.68- Mukjizat :Tidak Bertemu Rasulullahﷺ - Namun dapat memberitakan susuk insan bernama Uwais Al Qarni.



TIDAK PERNAH BERTEMU DENGAN BUTIRAN TUBUH BADAN YANG JELAS.

Owais Al Qarni رضي الله عنه adalah lelaki yang disebut namanya oleh  Rasulullahﷺ tanpa dia berjumpa dengannya. Dia menjadi sahabat tanpa melihat  RasulullahOwais Al Qarni رضي الله عنه diberi penghormatan sebagai Sahabatnya di surga dan  Rasulullahﷺ   menyuruh sahabatnya meminta doa daripadanya jika mereka bertemu dengannya kerana dia tidak dapat datang menemui Rasulullah kerana dia sedang melayani ibunya yang tua dan memberitahu bahawa dia berasal dari suku Qarni di sebuah tempat bernama Murad di Yaman.

Apabila Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattabرضي الله عنه menjadi Khalifah, dia akan mengelilingi semua orang semasa Haji dan berseru, “OWAIS, OWAIS, Adakah di sini seorang yang bernama Owais?” Tetapi tiada siapa yang pernah mendengar tentang lelaki ini.  Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattabرضي الله عنه  menyadari ia seperti yang diceritakan oleh Rasulullah kepadanya, bahawa dia adalah seorang yang tidak dikenali di kalangan orang ramai. Tahun demi tahun, Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattabرضي الله عنه  akan berkeliling pada Haji dan memanggil dan meminta Owais Al Qarni رضي الله عنه , menperkenalkan diri.

Setahun semasa Haji, beliau berdiri di Gunung Arafah dan meminta semua orang yang mengerjakan haji untuk berdiri. Kemudian beliau menyuruh semua orang duduk kecuali mereka yang berasal dari Yaman. Dari golongan itu, beliau menyuruh mereka semua duduk kecuali yang dari Murad dan dari golongan itu, beliau menyuruh mereka semua duduk kecuali yang dari Qarn. Seorang lelaki dibiarkan berdiri. “Awak Qarni?” tanya Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattabرضي الله عنه . Lelaki itu menjawab mengiyakan. "Awak kenal Owais?" “Ya, dia anak saudara saya. Tetapi apa yang anda mahu dengan dia. Dia hanyalah seorang miskin yang terlupakan,” jawab lelaki Yaman itu. Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattabرضي الله عنه  mula menangis. “Lelaki ini bukan sahaja miskin, terlupa. Dia adalah seorang lelaki yang akan memilih 200,000 orang untuk bersamanya ke syurga. Adakah dia bersama kamu?” “Tidak, dia tidak,” jawab lelaki itu. “Adakah ibunya masih hidup,” tanya Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه .

“Ya,” jawab lelaki itu. “Saya tahu dia tidak akan pernah meninggalkannya, kerana inilah yang Rasulullah bersabda,” jawab Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه.

Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه mencari Owais (RA) selama sepuluh tahun. Setahun sebelum kematian Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه, ibu Owais Al Qarni رضي الله عنه meninggal dunia. Pada tahun itu, Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه  berdiri di Gunung Arafah lagi dan berkata kepada penduduk Yaman, "Adakah Owaisal Qarni di antara kamu?" Seorang lelaki Yaman berkata, "Dia adalah gembala yang berdiri di sana." Khalifah Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه  menjadi sangat teruja dan pergi mencari  Sayyidina Ali Ibn Abu Talib رضي الله عنه  . “Ali! Ali! Kami jumpa dia!!! ” dia memanggil. Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه  dan Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه mendekati Owais Al Qarni رضي الله عنه  dan bertanya kepadanya siapa nama kamu. Saya Abdullah dia berkata keberatan untuk bercakap jadi mereka bertanya kami tahu setiap seorang daripada kami adalah Abdullah apakah nama yang diberikan kepada kamu oleh ibu bapa kamu dan daripada dia memberitahu Dia adalah Owais Al Qarni رضي الله عنه.

“Adakah kamu  Owais Al Qarni رضي الله عنه.?”

"Ya," jawab Owais رضي الله عنه.  yang terkejut. “Tunjukkan bahumu,” jawab Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنهOwais Al Qarni رضي الله عنه. menunjukkan bahunya kepada mereka dan mereka dapat melihat tanda yang disebutkan oleh Rasulullah. "Adakah ibu anda bersama anda?" tanya Umar. Owais Al Qarni رضي الله عنه. menjawab bahawa ibunya telah meninggal dunia. "Ah, seperti yang Nabi katakan pada masa itu," kata Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنهOwais Al Qarni رضي الله عنه. sebenarnya tidak mengenali lelaki ini jadi dia bertanya kepada mereka siapa mereka.

“Saya Umar bin Al Khattab , Khalifah, dan ini adalah Ali bin Abu Talib رضي الله عنه., lelaki yang datang ke Yaman untuk menyebarkan Islam,” kata Umar Sayyidina Omar Ibn Al Khattab رضي الله عنه..

“Ya! Saya ingat dia! tapi macam mana awak kenal saya?” tanya Owais Al Qarni رضي الله عنه.

Maka Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه menceritakan kepada Owais Al Qarni رضي الله عنه seluruh kisah tentang bagaimana Rasulullah telah bercakap tentang beliau bertahun-tahun yang lalu dan bagaimana Malaikat Jibril (AS) telah menggambarkan beliau. Mereka berkata bagaimana tanda-tandanya adalah tanda di bahunya, penjagaannya terhadap ibunya, dan kurangnya keterikatannya dengan dunia ini. Dia berkata bagaimana Rasulullah memberitahu mereka bahawa dia akan membawa 200,000 orang bersamanya ke dalam syurga. Mereka memberitahunya bagaimana mereka telah mencarinya selama bertahun-tahun.

Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه dan Sayyidina Ali ibn Abu Talib kemudian meminta Owais (RA) untuk mendoakan mereka dan memohon ampun untuk mereka. "Anda kini kawan saya dalam kehidupan ini dan seterusnya," kata Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه  kepada Owais Al Qarni رضي الله عنه .

Walau bagaimanapun, Owais Al Qarni رضي الله عنه . tidak berminat dengan kehidupan kemasyhuran dan kemudahan yang akan datang dengan menjadi kawan Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه, terutamanya apabila orang mengetahui apa yang Rasulullahﷺ katakan tentangnya. Dia dengan baik menolak, dan meminta untuk dibiarkan begitu sahaja. رضي الله عنه  berkata dia akan pergi ke Kufah. “Mahukah kamu saya menulis surat kepada pemimpin Kufah untuk menunggu kedatangan kamu dan menjaga kamu?” tanya Umar.

“Tidak terima kasih. Saya ingin pergi tidak diketahui kerana saya datang,” balas Owais.

"Baiklah, sekurang-kurangnya izinkan saya memberikan sedikit wang untuk membantu anda," kata Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله عنه, dalam usaha untuk melakukan sekurang-kurangnya sesuatu untuk Owais Al Qarni رضي الله عنه .

“Tidak, terima kasih, kot bulu saya masih belum lusuh dan kasut saya juga tidak ada. Saya mempunyai empat dirham yang masih belum saya gunakan. Apabila saya kehabisan, saya akan memikirkan bagaimana untuk mendapatkan lebih banyak lagi. Saya redha begini,” balas Owais Al Qarni رضي الله عنه .

"Sila tinggal bersama saya," kata Umar.

“Terima kasih Umar. Tetapi apa yang saya ada adalah baik untuk saya dan apa yang anda ada adalah baik untuk anda dan umat Islam,” kata Owais.

Owais رضي الله عنه . meninggalkan Makkah. Dia mengambil bahagian dalam pertempuran di Azerbaijan dan meninggal dunia semasa pertempuran. Kematiannya berlaku kira-kira 2 tahun selepas kematian Sayyidina Umar ibn Al Khattab رضي الله     berumur kira-kira 35 tahun.

Nota: Owais رضي الله عنه hanya mempunyai 4 dirham tetapi meneruskan kehidupannya dengan memuaskan sebagai Hanya seorang gembala (Ayub Semua Nabi lakukan) yang membuktikan dua Nubuat kami yang lain tentang pemberian kekayaan dan kurniaan Allah kepada umat Islam terkemudian selepas mereka dalam hanya kira-kira 10 + tahun selepas mereka



No.67- Mukjizat Muslims Menaluk Cyprus and Umm Haram menyempurnakan Nubuwah Rasulullah - Cyprus


Umat ​​Islam Memerintah Cyprus dan Ummu Haram Dinubuatkan berada di Cyprus.

Ummu Haram رضي الله عنه adalah saudara perempuan Ummu Sulaim رضي الله عنه, dan mereka adalah ibu saudara dari sebelah ibu Rasulullah dan mahramnya, baik melalui radar atau darah. Maka dibolehkan baginya untuk bersendirian dengan mereka dan memasuki mereka sendiri, tetapi dia tidak bercampur dengan perempuan lain selain dari isteri-isterinya.

Sa'd ibn Abi Waqqas  رضي الله عنه ketika yang ter komando tentera Islam dan memusnahkan Empayar Sassanid Parsi, membawa banyak orang masuk ke dalamnya. bimbingan Islam. Rasulullah meramalkan penaklukan Cyprus. Suatu hari, ketika Rasulullahﷺ bangun di rumah Ummu Hara
akhir sakit parah: Sa'd, seperti yang diramalkan oleh  Rasulullah, mengambil alih
m  رضي الله عنه , ibu saudara Anas bin Malik  رضي الله عنه  , yang berkhidmat kepada Rasulullah  selama sepuluh tahun di Madinah, beliau tersenyum berkata: Rasulullah bermimpi bahawa umatnya akan berperang di laut duduk di atas takhta. seperti raja-raja.

Ummu Haram bertanya: ‘Berdoalah agar aku juga bersama mereka’. Dia berkata dengan tegas: "Kamu akan menjadi"

Semua ini menjadi kenyataan kira-kira dua puluh tahun kemudian ketika Ummu Haram رضي الله عنه menemani suaminya ‘Ubadah ibn Samit رضي الله عنه   , dalam penaklukan Cyprus.  Ummu Haram رضي الله عنه meninggal di sana, dan makamnya telah menjadi tempat yang dilawati. Dan dua perkara yang perlu diperhatikan untuk melihat ketepatan yang jelas daripada mengikuti dua hadith.
 
Riwayat Muslim:: Buku 20: Hadis 4700
Telah diriwayatkan dari Ummu Haram رضي الله عنه (dan dia adalah ibu saudara Anas) yang berkata: Rasulullah  datang kepada kami pada suatu hari dan tidur siang di rumah kami. Apabila Rasulullah  bangun, dia ketawa. Ummu Haram رضي الله عنه  berkata: Wahai Rasulullah , apa yang membuatmu tertawa? 
Rasulullah berkata: "Aku melihat satu kaum dari pengikutku belayar di permukaan laut (seolah-olah) seperti raja-raja (duduk) di atas takhta mereka. 
Ummu Haram رضي الله عنه  berkata: "Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkan aku ke dalam golongan mereka. Rasulullah berkata: Kamu akan bergaul di antara mereka. Dia mempunyai gigitan (kedua), bangun, dan ketawa. Saya bertanya kepadanya (sebab ketawanya). Rasulullah memberi jawapan yang sama. Ummu Haram رضي الله عنه  berkata: "Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkan aku ke dalam golongan mereka". 
Rasulullah berkata: Kamu termasuk orang-orang yang pertama. Anas رضي الله عنه berkata: 'Ubadah b. Samit رضي الله عنه mengahwini nya. Ubadah b. Samit رضي الله عنه menyertai ekspedisi tentera laut dan membawanya bersamanya. Apabila dia kembali, seekor baghal dibawa untuknya. Semasa memasangnya, dia jatuh, patah lehernya (dan mati).


Nota: Oleh kerana Rasulullahﷺ mempunyai dua mimpi hampir di rantau yang sama Cyprus & Constantinople '' dan ulasan Rasulullah "Anda adalah antara orang pertama yang membuat saya menyelidik tarikh dengan sejarah dunia yang jelas oleh dua pautan yang diberikan di bawah walaupun mereka bercakap lebih memihak kepada mereka (iaitu anti-Muslim) tetapi tarikhnya adalah betul seperti dalam Rekod Islam kita pada 27-28 Hijrah atau 650 Masihi untuk ekspedisi Tentera Laut pertama di bawah Muawiyah رضي الله عنه  (Di Bawah Pemerintahan Khilafah Saiyidina Uthman رضي الله عنه).

Pada tahun 649 Masihi orang Arab membuat serangan pertama di pulau itu di bawah pimpinan Muawiyah رضي الله عنه . Mereka menakluki ibu kota Salamis - Constantia selepas pengepungan singkat tetapi merangka perjanjian dengan pemerintah tempatan. Dalam perjalanan ekspedisi ini seorang saudara RasulullahUmmu Haram رضي الله عنه, jatuh dari baghalnya berhampiran Tasik Salt di Larnaca dan terbunuh. Dia dikebumikan di tempat itu dan Masjid Hala Sultan Tekke dibina di sana pada zaman Uthmaniyyah. Di bawah Abul-Awar, orang-orang Arab kembali pada tahun 650 dan memasang garnisun 12,000 di sebahagian pulau itu, di mana mereka tinggal sehingga 680.

Pada tahun 688, maharaja Justinian II dan khalifah Abd al-Malik mencapai persetujuan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Orang Arab mengosongkan pulau itu, dan selama 300 tahun berikutnya, Cyprus diperintah bersama oleh kedua-dua Khilafah dan Byzantine sebagai sebuah kondominium, walaupun peperangan yang hampir berterusan antara kedua-dua pihak di tanah besar. Cukai yang dikutip dibahagikan kepada orang Arab dan maharaja Justinian

Di bawah Basil I Macedonia (r. 867–886) tentera Byzantine menawan semula Cyprus, yang telah ditetapkan sebagai tema, tetapi selepas tujuh tahun pulau itu kembali kepada status quo sebelumnya. Sekali lagi, pada tahun 911, Cyprus membantu armada Byzantine di bawah laksamana Himerios, dan sebagai balasan, orang Arab di bawah Damian of Tarsus memusnahkan pulau itu selama empat bulan dan membawa banyak tawanan. Pengasingan Cyprus dari seluruh dunia berbahasa Yunani membantu dalam pembentukan dialek Cyprus yang berasingan. Tempoh pengaruh Arab ini berlangsung sehingga abad ke-10.

Dan Ekspedisi kedua pada 52 Hijrah atau 674–78 (di bawah Yazeed S/o Muawiyah RA)

Selepas Pertempuran Yarmouk yang dahsyat pada tahun 636, Empayar Byzantine telah menarik sebahagian besar pasukannya yang tinggal dari Levant ke Asia Kecil, yang dilindungi daripada pengembangan Muslim oleh Pergunungan Taurus. Ini menyebabkan medan terbuka untuk para pejuang Khalifah Rasyidin yang baru lahir untuk melengkapkan penaklukan mereka ke atas Syria, dengan Mesir juga jatuh tidak lama kemudian. Serangan Muslim terhadap zon sempadan Kilikia dan jauh ke Asia Kecil bermula seawal tahun 640, dan diteruskan di bawah Mu'awiyah, ketika itu gabenor Levant. Muawiyah رضي الله عنه juga menerajui pembangunan angkatan laut Islam, yang dalam beberapa tahun berkembang cukup kuat untuk menduduki Cyprus dan menyerbu sejauh Kos, Rhodes, dan Kreta di Laut Aegean. Akhirnya, tentera laut Islam muda mencatatkan kemenangan besar ke atas rakan sejawatannya Byzantine dalam Pertempuran Phoenix pada 655. Selepas pembunuhan Khalifah Saiyidina Uthman Ibn Affan  رضي الله عنه dan meletusnya Perang Saudara Muslim Pertama, serangan Arab terhadap Byzantium berhenti. Pada 659, Muawiyah رضي الله عنه bahkan menyimpulkan gencatan senjata dengan Byzantium, termasuk pembayaran ufti kepada Empayar.


Perdamaian itu berlangsung hingga tamatnya perang saudara Muslim pada tahun 661, dari mana Muawiyah رضي الله عنه dan klannya muncul sebagai pemenang, mendirikan Khilafah Umayyah. Dari tahun berikutnya, serangan Muslim bermula semula, dengan tekanan meningkat apabila tentera Islam mula musim sejuk di tanah Byzantine di barat banjaran Taurus, memaksimumkan gangguan yang disebabkan oleh ekonomi Byzantine. Ekspedisi darat ini kadangkala digabungkan dengan serbuan tentera laut terhadap pantai selatan Asia Kecil. Pada tahun 668, orang Arab menghantar bantuan kepada Saborios, strategi Tema Armenia, yang telah memberontak dan mengisytiharkan dirinya sebagai maharaja. Tentera Arab di bawah Fadala ibn Ubayd tiba terlambat untuk membantu Saborios, yang telah meninggal dunia selepas jatuh dari kudanya, dan mereka menghabiskan musim sejuk di Hexapolis di sekitar Melitene menunggu bala bantuan.

Pada musim bunga 669, selepas menerima tentera tambahan, Fadala memasuki Asia Kecil dan maju sejauh Chalcedon, di pantai Asia Bosporus di seberang ibu kota Byzantine, Constantinople. Serangan Arab ke atas Chalcedon telah ditangkis, dan tentera Arab telah dihancurkan oleh kebuluran dan penyakit. Muawiyah رضي الله عنه   menghantar tentera lain, yang diketuai oleh anaknya (dan bakal Khalifah) Yazid, untuk membantu Fadala. Akaun tentang perkara yang diikuti berbeza. Penulis sejarah Byzantine Theophanes the Confessor melaporkan bahawa orang Arab tinggal di hadapan Chalcedon untuk seketika sebelum kembali ke Syria dan dalam perjalanan mereka menawan dan mengawal Amorium. 

Ini adalah kali pertama orang Arab cuba untuk menahan kubu yang ditawan di pedalaman Asia Kecil selepas musim berkempen, dan mungkin bermakna bahawa orang Arab berhasrat untuk kembali tahun depan dan menggunakan bandar itu sebagai pangkalan mereka, tetapi Amorium telah ditawan semula oleh Byzantine. semasa musim sejuk berikutnya. Sumber Arab sebaliknya melaporkan bahawa umat Islam menyeberang ke Eropah dan melancarkan serangan yang tidak berjaya ke atas Constantinople sendiri, sebelum kembali ke Syria. Memandangkan kurangnya sebarang sebutan mengenai serangan sedemikian dalam sumber Byzantine, kemungkinan besar penulis sejarah Arab—dengan mengambil kira kehadiran Yazid dan fakta bahawa Chalcedon adalah pinggir bandar Constantinople—"menaik taraf" serangan ke atas Chalcedon kepada serangan ke atas. ibu kota Byzantine itu sendiri.

Pergerakan pembukaan: kempen 672 dan 673

Kempen 669 jelas menunjukkan kepada orang Arab kemungkinan serangan langsung di Constantinople, serta keperluan untuk mempunyai pangkalan bekalan di rantau ini. Ini ditemui di semenanjung Cyzicus di pantai selatan Laut Marmara, di mana armada penyerang di bawah Fadhala ibn 'Ubayd telah musim sejuk pada 670 atau 671. Muawiyah رضي الله عنه  kini mula mempersiapkan serangan terakhirnya ke atas ibu kota Byzantine. Berbeza dengan ekspedisi Yazid, Muawiyah رضي الله عنه  berhasrat untuk melalui laluan pantai ke Constantinople. Usaha itu mengikut pendekatan yang berhati-hati dan berperingkat-peringkat: mula-mula orang Islam perlu mendapatkan kubu dan pangkalan di sepanjang pantai, dan kemudian, dengan Cyzicus sebagai pangkalan, Konstantinopel akan disekat oleh darat dan laut dan terputus dari kawasan pedalaman agraria yang membekalkan makanannya. .


Sehubungan itu, pada tahun 672 tiga armada Islam yang hebat telah dihantar untuk mengamankan laluan laut dan menubuhkan pangkalan antara Syria dan Aegean. Armada Muhammad ibn Abdallah رضي الله عنه musim sejuk di Smirna, armada di bawah Qays tertentu (mungkin Abdallah ibn Qais رضي الله عنه  ) musim sejuk di Lycia dan Cilicia, dan armada ketiga, di bawah Sayidina Khalid al Walid رضي الله عنه , menyertai mereka kemudian. Menurut laporan Theophanes, Maharaja Constantine IV (r. 661–685), setelah mengetahui pendekatan armada Arab, mula melengkapkan armadanya sendiri untuk berperang. Persenjataan Constantine termasuk kapal yang membawa sifon yang bertujuan untuk menempatkan bahan pembakar yang baru dibangunkan, api Yunani. Pada tahun 673, satu lagi armada Arab, di bawah Junada ibn Abi Umayya, menawan Tarsus di Cilicia, serta Rhodes. Yang terakhir, pertengahan antara Syria dan Constantinople, telah ditukar menjadi pangkalan bekalan hadapan dan pusat untuk serbuan tentera laut Islam. Pasukan tenteranya yang terdiri daripada 12,000 orang selalu diputar kembali ke Syria, sebuah armada kecil dipasang padanya untuk pertahanan dan penyerangan, dan orang Arab juga menabur gandum dan membawa haiwan untuk merumput di pulau itu. Byzantine cuba menghalang rancangan Arab dengan serangan tentera laut ke atas Mesir, tetapi ia tidak berjaya. Sepanjang tempoh ini, serbuan darat ke Asia Kecil berterusan, dan tentera Arab musim sejuk di tanah Byzantine

Serangan Arab dan ekspedisi yang berkaitan pada 674–678

Pada 674, armada Arab belayar dari pangkalannya di timur Aegean dan memasuki Laut Marmara. Menurut catatan Theophanes, mereka mendarat di pantai Thracian berhampiran Hebdomon pada bulan April, dan sehingga September terlibat dalam pertempuran berterusan dengan tentera Byzantine. Seperti yang dilaporkan oleh penulis sejarah Byzantine, "Setiap hari terdapat penglibatan ketenteraan dari pagi hingga petang, di antara pintu gerbang Golden Gate dan Kyklobion, dengan tujahan dan tujahan balas". Kemudian orang-orang Arab pergi dan pergi ke Cyzicus, yang mereka tawan dan diubah menjadi kem berkubu untuk menghabiskan musim sejuk. Ini menetapkan corak yang berterusan sepanjang pengepungan: setiap musim bunga, orang Arab menyeberangi Marmara dan menyerang Constantinople, berundur ke Cyzicus untuk musim sejuk. Sebenarnya, "pengepungan" Konstantinopel adalah satu siri pertunangan di sekitar bandar itu, yang mungkin akan dilanjutkan untuk memasukkan 669 serangan Yazid. Kedua-dua penulis sejarah Byzantine dan Arab merekodkan pengepungan itu berlangsung selama tujuh tahun dan bukannya lima. Ini boleh didamaikan sama ada dengan memasukkan kempen pembukaan 672–673 atau dengan menghitung tahun sehingga penarikan terakhir tentera Arab dari pangkalan hadapan mereka, pada 680.


Perincian tentang pertempuran di sekitar Constantinople tidak jelas, kerana Theophanes memadatkan pengepungan dalam catatannya tentang tahun pertama, dan penulis sejarah Arab tidak menyebut sama sekali pengepungan itu tetapi hanya memberikan nama pemimpin ekspedisi yang tidak ditentukan ke wilayah Byzantine. Oleh itu dari sumber Arab hanya diketahui bahawa Abdallah ibn Qays dan Fadhala ibn 'Ubayd رضي الله عنه menyerbu Kreta dan musim sejuk di sana pada 675, manakala pada tahun yang sama, Malik ibn Abdallah رضي الله عنه memimpin serbuan ke Asia Kecil. Sejarawan Arab Ibn Wadih dan al-Tabari melaporkan bahawa Yazid telah dihantar oleh Muawiyah رضي الله عنه  dengan bala bantuan ke Konstantinopel pada 676, dan mencatatkan bahawa Abdallah ibn Qays رضي الله عنه  mengetuai kempen pada 677, yang sasarannya tidak diketahui.

Pada masa yang sama, keasyikan terhadap ancaman Arab telah mengurangkan keupayaan Byzantium untuk bertindak balas terhadap ancaman di tempat lain: di Itali, Lombard menggunakan peluang untuk menakluki sebahagian besar Calabria, termasuk Tarentum dan Brundisium, manakala di Balkan, gabungan puak Slavic. menyerang kota Tesalonika dan melancarkan serbuan melalui laut di Aegean, malah menembusi Laut Marmara.

Akhirnya, pada musim luruh 677 atau awal 678 Constantine IV bertekad untuk menghadapi pengepungan Arab dalam pernentangan secara langsung. Armadanya, dilengkapi dengan api Yunani, menghalau armada Arab. Ada kemungkinan kematian laksamana Yazid ibn Shagara, yang dilaporkan oleh penulis sejarah Arab untuk 677/678, berkaitan dengan kekalahan ini. Pada masa yang sama, tentera Islam di Asia Kecil, di bawah pimpinan Sufyan ibn 'Awf, telah dikalahkan oleh tentera Byzantine di bawah jeneral Phloros, Petron, dan Cyprian, kehilangan 30,000 orang mengikut Theophanes. Kekalahan ini memaksa orang Arab untuk meninggalkan pengepungan pada tahun 678. Dalam perjalanan pulang ke Syria, armada Arab hampir dimusnahkan dalam ribut di luar Syllaion.

Garis besar akaun Theophanes mungkin disokong oleh satu-satunya rujukan Byzantine yang hampir kontemporari tentang pengepungan, sebuah puisi perayaan oleh Theodosius Grammaticus yang tidak diketahui, yang sebelum ini dipercayai merujuk kepada pengepungan Arab kedua pada 717–718. Puisi Theodosius memperingati kemenangan tentera laut yang menentukan di hadapan tembok kota—dengan perincian yang menarik bahawa armada Arab juga memiliki kapal pelempar api—dan merujuk kepada "ketakutan akan bayang-bayang mereka kembali", yang boleh ditafsirkan sebagai mengesahkan serangan Arab yang berulang setiap datang dari pangkalan mereka di Cyzicus.


Kepentingan dan kesudahannya

Constantinople adalah pusat saraf negara Byzantine. Sekiranya ia jatuh, wilayah empayar yang tinggal tidak mungkin dapat bersatu dan dengan itu menjadi mangsa mudah bagi orang Arab. Pada masa yang sama, kegagalan serangan Arab ke atas Konstantinopel adalah peristiwa penting itu sendiri. Ia menandakan kemuncak kempen  Khalifah Muawiyah رضي الله عنه yang telah diteruskan secara berterusan sejak 661. Sumber yang besar telah dicurahkan ke dalam usaha itu, termasuk penciptaan armada yang besar. Kegagalannya mempunyai kesan yang sama penting dan merupakan tamparan besar kepada prestij Khalifah Muawiyah رضي الله عنه. Sebaliknya, prestij Byzantine mencapai tahap yang lebih tinggi, terutamanya di Barat. Constantine IV menerima utusan daripada Avar dan Balkan Slavs, yang memberikan hadiah dan tahniah dan mengakui ketuanan Byzantine. Keamanan seterusnya juga memberikan kelonggaran yang amat diperlukan daripada penyerbuan berterusan ke Asia Kecil. Ia membenarkan negara Byzantine memulihkan keseimbangannya dan menyatukan dirinya selepas perubahan besar dekad sebelumnya.

Kegagalan orang Arab sebelum Konstantinopel bertepatan dengan peningkatan aktiviti Mardaites, kumpulan Kristian yang tinggal di pergunungan Syria yang menentang kawalan Muslim dan menyerbu dataran rendah. Menghadapi ancaman baru dan selepas kerugian besar yang dialami terhadap Byzantine, Khalifah Muawiyah رضي الله عنه memulakan rundingan untuk gencatan senjata, dengan kedutaan, bertukar antara dua mahkamah. Mereka ditarik keluar sehingga 679, yang memberi masa kepada orang Arab untuk menyerbu terakhir ke Asia Kecil di bawah 'Amr ibn Murra, mungkin bertujuan untuk memberi tekanan kepada Byzantine. Perjanjian damai, dengan tempoh nominal 30 tahun, dengan syarat Khalifah akan membayar ufti tahunan sebanyak 300,000 nomismata, 50 kuda, dan 50 hamba. Garison Arab telah ditarik balik dari pangkalan mereka di pantai Byzantine, termasuk Rhodes, pada 679–680.

Tidak lama selepas Arab berundur dari ibu kotanya, Constantine IV dengan pantas menghantar ekspedisi menentang Slav di kawasan Thessalonica, menyekat lanun mereka, melegakan bandar itu, dan memulihkan kawalan empayar ke atas persekitaran bandar. Selepas perdamaian, dia bergerak menentang ancaman Bulgar yang semakin meningkat di Balkan, tetapi tenteranya yang besar, yang terdiri daripada semua kekuatan empayar yang ada, telah dipukul dengan tegas, yang membuka jalan untuk penubuhan negara Bulgar di timur laut Balkan. .

Di dunia Islam, selepas kematian Khalifah Muawiyah رضي الله عنه pada tahun 680, pelbagai kekuatan penentangan dalam Khilafah menampakkan diri. Pembahagian Khalifah semasa Perang Saudara Islam Kedua membolehkan Byzantium mencapai bukan sahaja keamanan tetapi juga kedudukan dominan di sempadan timurnya. Armenia dan Iberia berbalik untuk seketika kepada kawalan Byzantine, dan Cyprus menjadi kondominium antara Byzantium dan Khalifah. Perdamaian itu berterusan sehingga anak lelaki dan pengganti Constantine IV, Justinian II (r. 685–695, 705–711), memecahkannya pada 693, dengan akibat yang dahsyat sejak Byzantine dikalahkan, Justinian digulingkan dan tempoh dua puluh tahun anarki diikuti. . Pencerobohan orang Islam semakin kuat, membawa kepada percubaan Arab kedua untuk menakluki Konstantinopel pada 717–718, yang juga terbukti tidak berjaya.

Jadi, Ummu Haram رضي الله عنه  (semoga Allah meridhainya) berada dalam Ekspedisi pertama TEPAT seperti yang dinubuatkan oleh Rasulullah  dalam Hadis di atas.


KETEPATAN NUBUWAH KEDUA UNTUK MENUNAIKAN NUBUWAH SYAHID UMM HARAM ADALAH HADIS INI DI SINI.

Dawud:: Kitab 14: Hadis 2493

Diriwayatkan oleh Abu Malik al-Asy'ari:

Abu Malik mendengar Rasulullah  bersabda: "Sesiapa yang keluar di jalan Allah lalu mati atau terbunuh adalah syahid, atau lehernya patah akibat dilempar kudanya atau untanya, atau disengat racun. makhluk, atau mati di atas katilnya dengan apa-apa jenis kematian yang Allah kehendaki sebagai syahid dan akan masuk syurga.

Ummu Haram رضي الله عنه  (semoga Allah meridhainya) berada dalam Ekspedisi pertama kira-kira 20 tahun selepas kewafatan Rasulullah , TEPAT seperti yang dinubuwahkan oleh Rasulullah dalam Hadis di atas & meninggal dunia persis terjatuh dari kuda dan patah leher sebagai diklasifikasikan sebagai Syahid dalam Hadis terdahulu yang hadis Abu Dawud adalah untuk MENENTUKAN pemenuhan Nubuwah Syahid Ummu Haram, subhanallah kerana tidak ada seorang pun yang mati jatuh dari pengangkutan dan patah leher.. Jika hadis Syahid Abu Dawud ini tidak ada ia mungkin menyerupai kita dia meninggal dunia akibat kemalangan sederhana dan bukan Syahid. Nubuatan Subhanallah melalui Rasulullah, Yang Maha Mengetahui.



Last edited by talibilm; 11-23-2016 at 05:53 AM.

  Allah

 Rasulullah

Rasulullah

 Allah

 Rasulullah

Rasulullah

رضي الله عنه

  سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى‎ 

رضياللهعنه

No 119: Salam ((salam) oleh Pohon dan Batu:

Salam ((salam) oleh Pohon dan Batu: Sayyidina Ali bin Abu Talib ( رضي الله عنه ) melaporkan: "Saya datang bersama Nabi ( صلى الله عليه...